Opini

Artikel

Mewaspadai Politik Adu Domba

ilustrasi gambar ilustrasi gambar
Oleh : Faozan Amar *

Salah satu senjata ampuh yang digunakan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada saat menjajah bumi Indonesia adalah politik pecah belah atau adu domba (devide et impera). Hal itu dilakukan  untuk memecah rakyat dan bangsa Indonesia, sehingga satu sama lain saling bermusuhan dan menyalahkan . Akibatnya konflik tak putus berhenti, terus sampai 350 tahun lamanya. Sehingga energi bangsa terkuras habis untuk bertarung melawan sesama anak bangsa.

Menurut Wikipedia, Politik pecah belah atau politik adu domba adalah kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukan. Dalam konteks lain, politik pecah belah juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat.

Bersyukur hingga kemudian mulai tahun 1908, kesadaran akan munculnya suatu bangsa hadir dibenak anak-anak nusantara. Dimulai dengan berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928), sampai kemudian proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, sebagai bentuk deklarasi atas eksistensi sebuah bangsa.

Kini, di era Pemerintah Jokowi JK, setelah 70 tahun Indonesia merdeka, model-model politik adu domba kembali muncul. Apabila tidak segera diatasi, maka energi positif bangsa berupa persatuan Indonesia, sumber daya alam yang melimpah, jumlah sumber daya manusia yang banyak, demokrasi yang semakin mekar, serta ekonomi dunia yang sedang tumbuh, akan menjadi sia-sia.

TAG BERITA

Comment

TERPOPULER
COPYRIGHT © MONITORDAY.COM 2016 ALL RIGHTS RESERVED
Back to Top
counter hit xanga