Budaya

Riau Ingin Mandi Safar Menasional

Ritual Mandi Safar masyarakat Tanjung Punak, Riau. (riaukepri) Ritual Mandi Safar masyarakat Tanjung Punak, Riau. (riaukepri)
MONITORDAY.com, Bengkalis - Bulan Shafar, dalam penanggalan Hijriyah merupakan salah satu bulan yang diperlakukan berbeda. Sebagian masyarakat percaya di bulan ini berbagai bala (musibah) diturunkan terutama pada hari Rabu akhir pekan keempat bulan tersebut, yang dikenal sebagai Rabu wekasan (jawa).

Untuk menghindari berbagai musibah, sekaligus mendapat keberkahan, masyarakat di beberapa daerah memliki ritual khusus pada hari Rabu akhir Shafar tersebut. Seperti halnya yang biasa dilakukan warga desa Tanjung Punak, kecamatan Rupat, Provinsi Riau, masyarakat disana biasa melakukan ritual mandi safar sebagai tradisi yang dipercaya bisa menjauhkan bala'.

Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman, melihat tradisi tersebut bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain yang menguntungkan, yakni destinasi budaya. Untuk itu dia bertekad akan menjadikan kegiatan budaya ritual mandi safar yang setiap tahunnya dilaksanakan oleh warga Desa Tanjung Punak, Kecamatan Rupat, sebagai even budaya dan wisata nasional di Provinsi Riau.

"Kegiatan ini kita harapkan dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan. Kedepan kita akan upayakan kegiatan ini menjadi even nasional dengan mengundang menteri untuk melihat langsung keindahan Pantai Rupat," kata Arsyad di hadapan puluhan ribu masyarakat ketika membuka kegiatan ritual budaya Mandi Safar di Pantai Tanjung Lapin, Kecamatan Rupat Utara, Sabtu (5/12).

Ia mengatakan, event budaya ritual Mandi Safar ini sejalan dengan visi Riau 2020 yakni sebagai pusat budaya Melayu di kawasan Asia Tenggara.

Comment

COPYRIGHT © MONITORDAY.COM 2016 ALL RIGHTS RESERVED
Back to Top
counter hit xanga