Opini

Oleh:

Terorisme dan Problem Identitas Ummat

Ilustrasi gambar Ilustrasi gambar
MONITORDAY.com, Jakarta - Ada benarnya juga ungkapan Ketua PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, ketika menanggapi peristiwa serangan bom sarinah, menurutnya beberapa tindakan radikal yang terjadi di Indonesia sebaiknya tidak langsung dicap sebagai tindakan terorisme. Apalagi bila melihat akar katanya, radikal ataupun militant tidaklah negative.

Betul bahwa, peristiwa bom sarinah ataupun aksis terorisme lainnya telah menimbulkan banyak korban, namun tak dapat disangsikan juga bila cara kita menangani terorisme ataupun cara media memberitakan aksi terorisme telah menyebabkan kalangan Islam mengalami apa yang disebut Lacan sebagai problem identitas.

Dalam bahasa lain, akibat cara penanganan dan bagaimana pemberitaan tentang aksi terorisme, umat islam saat ini seolah dipaksa untuk melakukan identifikasi diri, subjektivikasi dan bercermin dalam cermin eksistensi (the mirror stage). Identifikasi diri menuju Islam yang ‘sebenarnya’, menuju Islam yang baik dan Islam yang tradisional.

Kulminasinya, kebanyakan dari kita mulai mengait-ngaitkan aksi terorisme dengan kelompok islam tertentu. Adapula yang mengira bila orang yang memakai gamis, jidat hitam, celana cingkrang dan berjenggot itu adalah teroris, karenanya mesti diwaspadai. Celakanya, yang muncul justru sinisme yang berlebih; dimanapun entah di KRL atau pusat perbelanjaan, orang malah menjadi sinis dan ketakutan bila melihat sosok dengan ciri-ciri tadi.

Bila memincam mata pisau orientalisme, Islam seringkali dijadikan sebagai objek kajian yang eksotis senantiasa dihegemoni menjadi sebuah wajah yang tetap eksotis, spiritual, dan mistis. Sang timur (baca: Islam) yang dikehendaki the other adalah Islam yang baik, tetap mistis, spiritual dan tentu saja dalam bahasa subversif adalah bodoh!

TAG BERITA

Comment

TERPOPULER
COPYRIGHT © MONITORDAY.COM 2016 ALL RIGHTS RESERVED
Back to Top
counter hit xanga