Review

Laporan:

LGBT dan Revolusi Seksualitas dalam Masyarakat Modern

Menristek Dikti Muhammad Nashir tiba-­tiba saja membuat pernyataan tentang pelarangan keberadaan kelompok LGBT di kampus perguruan tinggi. Menristek Dikti Muhammad Nashir tiba-­tiba saja membuat pernyataan tentang pelarangan keberadaan kelompok LGBT di kampus perguruan tinggi.
MONITORDAY.com, Jakarta - Meskipun dekade ini hampir bisa dipastikan bukan yang terkotor dalam kehidupan relasi sosial, tapi dapat dipastikan bahwa saat ini merupakan masa yang paling terobsesi oleh revolusi seksual yang memaksa laki­laki atau pun perempuan menegosiasikan kembali keintiman yang mereka inginkan.

Adalah sains dan teknologi yang selain emberi andil dalam kemajuan di dunia industri, ternyata juga berpengaruh luas pada kebudayaan dan nilai­nilai. Keluarga sebagai institusi terendah dalam relasi sosial, merupakan yang paling mengkhawatirkan di era ini. Terutama soal seksualitas, reproduksi dan perkawinan.

Simaklah bagaimana rumitnya persoalan ini ketika muncul di tengah publik, seperti terlihat dari perbincangan tentang LGBT di kampus UI yang memenuhi linimasa Twitter. Tak kurang dari 16.203 cuitan yang diluncurkan para netizen dalam seminggu terakhir ini. Puncaknya adalah ketika Menristek Dikti Muhammad Nashir tiba-­tiba saja membuat pernyataan tentang pelarangan keberadaan kelompok LGBT di kampus perguruan tinggi.

Transformasi Keintiman

Bila di era pra­modern relasi seksual hampir tidak dapat keluar dari relasi heteroseksual, perkawinan dan reproduksi, maka kecenderungan di era modern adalah keinginan dari sebagian orang untuk memutuskan hubungan yang niscaya antara seksualitas, reproduksi dan perkawinan atau apa yang oleh Anthony Giddens disebut sebagai ”seksualitas plastis.”

TAG BERITA

Comment

TERPOPULER

Senin 25 Januari 2016 | 09:35 WIB

Jumat 22 Januari 2016 | 08:58 WIB

Senin 11 Januari 2016 | 09:12 WIB

COPYRIGHT © MONITORDAY.COM 2016 ALL RIGHTS RESERVED
Back to Top
counter hit xanga