Sosial Dan Budaya

Laporan:

Ini Alasan Mengapa Ponpes Penyebar Paham Radikal Harus Dibersihkan

Ilustrasi: Santri Ponpes Lirboyo menggelar upacara saat Hari Santri Nasional Ilustrasi: Santri Ponpes Lirboyo menggelar upacara saat Hari Santri Nasional
MONITORDAY.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mengidentifikasi ada 19 Pondok Pesantren (Ponpes) di Indonesia yang menyebarkan paham radikalisme. Kendati jumlah itu tidak signifikan, namun sejumlah kalangan berharap Ponpes yang menyebarkan paham radikalisme harus diluruskan.

Pasalnya, telah menyalahi tujuan dan hakekat didirikan Ponpes. Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Pesantren Rabithah Ma’had Islamiyah NU (RMI NU), H. Abdul Ghofarrozin  Sahal Mahfud. 

Menurutnya dari puluhan ribu pesantren di Indonesia hampir semuanya berbasis kultural dan kedaerahan. Dan dari jumlah itu hanya 19 yang terindikasi radikalisme.

"Pesantren selalu berhasil untuk berdampingan dengan budaya dan masyarakat setempat. Jadi kalau ada pesantren terindikasi radikalisme tersebut, itu jelas telah menyalahi tujuan dan hakekat keberadaan pesantren," katanya.

Ia mencontohkan di setiap pesantren tersebut, namnya kiai tidak pernah ditunjuk atau dipilih. Tetapi melalui proses sosialisasi tinggi dan yang bersangkutan memiliki otoriatas sehingga mampu mengembangkan wacana keagamaan yang membumi. Yang pasti setiap pesantren memiliki karakter dan potensi di masing-masing daerah. Dengan begitu pesantren berpotensi sebagai kontra wacana dalam membangun basis pengajaran.

Comment

COPYRIGHT © MONITORDAY.COM 2016 ALL RIGHTS RESERVED
Back to Top
counter hit xanga