Hukum

Laporan:

Komnas HAM Kritik Penanganan Teroris oleh Densus 88 dengan Kekerasan

Komisioner Komnas HAM, Siane Indriane (Foto: Iqbal Ramdhani/Monitorday) Komisioner Komnas HAM, Siane Indriane (Foto: Iqbal Ramdhani/Monitorday)
MONITORDAY.com, Jakarta - Komisioner Komnas HAM, Siane Indriane, menilai langkah yang dilakukan pemerintah terhadap Revisi Undang-undang Terorisme tak lepas dari insiden bom Sarinah yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Insiden Sarinah, apa endingnya? Revisi UU, tambahan anggaran Densus 88 Rp1,9 triliun," ujarnya di Jakarta, Selasa (16/2). Tidak hanya itu, sambungnya, setelah kasus bom yang terjadi di Sarinah, Densus 88  bergerak dengan melakukan penggrebekan serta penangkapan ke sejumlah terduga teroris.

"Kalau kita melihat pola penanganan yang dilakukan Densus 88 lebih menonjolkan aspek kekerasan," katanya. Siane menambahkan, akibat langkah yang dilakukan pihak Densus 88 seolah-olah memberikan kesan bahwa penanganan teroris harus dilakukan dengan kekerasan.

"Pihak Densus 88 telah memberikan wacana penanganan teroris harus dengan kekerasan. Negara mengajarkan balas dendam kepada teroris," pungkasnya.

Comment

COPYRIGHT © MONITORDAY.COM 2016 ALL RIGHTS RESERVED
Back to Top
counter hit xanga