Industri

Proyek Kereta Cepat Dinilai Ampuh Tingkatkan Perekonomian Rakyat

Ilustrasi Ilustrasi
MONITORDAY.com, Jakarta - Pemerintah telah melakukan groundbreaking proyek kereta cepat Jakarta-Bandung pada 21 Januari 2016 lalu. Koordinator Nasional Jaringan Nasional Relawan Aswaja, Arief Rachman, mengatakan jika perencanaan proyek pembangunan kereta cepat sudah mengendap selama 15 tahun di Kementerian Perhubungan.

"Mulai dibahas pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan secara teknis dibahas pemerintahan Jokowi pada 2014 lalu. Jadi ini bukan proyek asal cepat atau tergesa-gesa," ujarnya melalui siaran pers yang diterima Monitorday.com, Rabu (17/2).

Pemerintah mewujudkan pembangunan kereta cepat dituangkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) No.107/2015 yang salah satu poinnya menyatakan bahwa pemerintah tidak menjamin proyek ini secara finansial tapi jaminan kelangsungan investasi.

"Pemerintah menerima proposal yang diajukan Tiongkok karena sepakat untuk menggarap proyek ini dengan pendekatan bussiness to bussiness dan tanpa jaminan dari APBN, bertolak belakang dengan Jepang yang minta jaminan APBN," katanya.

Pemerintah melalui kementerian BUMN membentuk konsorsium BUMN yang terdiri dari WIKA, KAI, Jasa Marga dan PTPN VIII, konsorsium membentuk perusahaan bernama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PBSI) lalu PBSI dan Tiongkok Railway (BUMN Tiongkok) menandatangani perjanjian dan mendirikan PT Kereta Cepat Indonesia Tiongkok (KCIC) untuk melaksanakan pembangunan proyek tersebut.

Comment

COPYRIGHT © MONITORDAY.COM 2016 ALL RIGHTS RESERVED
Back to Top
counter hit xanga