Timur Tengah

Laporan:

Gaji Dipotong, Militan ISIS Terancam Pensiun Massal

Ilustrasi: Gaji militan ISIS terancam dipotong Ilustrasi: Gaji militan ISIS terancam dipotong
MONITORDAY.com, Beirut - Semangat para militan bergabung dengan kelompok ISIS ternyata bukan cuma ingin berjihad. Sebagian militan mau bergabung dengan kelompok radikal yang berbasis di Irak dan Suriah itu karena tergiur gaji perbulan. 

Nah, loyalitas militan ISIS yang bergabung karena motivasi gaji dipastikan terancam luntur. Pasalnya, ISIS berencana memotong gaji para militannya setelah dibayangi kebangkrutan. 

ISIS yang pernah membual mampu mencetak uang sendiri juga meminta warga Raqqa bertransaksi menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) kemudian ditukar di pasar gelap. ISIS juga membebaskan tahanan dengan tebusan USD 500 per orang.

Penyebab kelompok itu di ambang kebangkrutan, salah satunya akibat serangan udara bertubi-tubi dari berbagai negara yang membuat berbagai bisnis tersendat. Bahkan, iming-iming bonus dan bulan madu gratis bagi militan baru saat ini kini sudah dihentikan.

Para warga Raqqa yang memilih pindah ke Turki memberikan kesaksian terkait kondisi ISIS yang mengalami kesulitan keuangan. Kelompok yang dipimpin Abu Bakar Al-Baghdadi itu mulai mengandalkan Libya sebagai alternatif pendanaan.

Comment

COPYRIGHT © MONITORDAY.COM 2016 ALL RIGHTS RESERVED
Back to Top
counter hit xanga