Opini

Oleh:

Muslimat NU Sebagai “Role Model” Gerakan Perlindungan Ibu dan Anak di Indonesia 

Susianah Afandy Susianah Afandy
MONITORDAY.com - Kongres XVII Muslimat NU yang baru selesai di helat pada 23-26 November 2016 di Asrama Haji Pondok Gede menghasilkan keputusan brillian yakni membuat Desa Aswaja pada satu abad Muslimat NU. Desa Aswaja merupakan sebuah gagasan terwujudnya masyakat yang memiliki nilai-nilai nahdliyah yakni warga yang memiliki toleransi dalam keragaman, bersifat moderat membangun keseimbangan dan terciptanya rasa keadilan (tawasuth, tasamuh, tawazun dan I’tidal). Capaian Desa Aswaja adalah 30 tahun mendatang.

Sebelum menggagas “Desa Aswaja”, Muslimat NU telah menyusun Rencana Strategis jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Dalam Rencana Strategis (Renstra) jangka pendek pada 2006-2011, target gerakan sosial Muslimat NU saat itu adalah mewujudkan perempuan Indonesia sehat dan religius. Pada Renstra tahun 2011-2016, gerakan organisasi ini ingin mewujudkan perempuan Indonesia yang berkualitas dan religius. Selanjutnya pada jangka menengah tahun 2016-2021, Renstra Muslimat NU memfokuskan pada capaian perempuan Indonesia sejahtera dan religius. Muslimat NU mencita-citakan gerakan social pada jangka panjang pada tahun 2021-2026 mewujudkan perempuan mandiri dan religius.

Jika kita teliti lebih dalam lagi, Muslimat NU yang pada Kongres XV di Batam Kepulauan Riau telah menyusun sedemikian rupa Rencana Strategisnya tersebut diatas, rupanya organisasi ini juga luwes dalam melihat persoalan bangsa dan Negara dengan memasukkan konsep “Desa Aswaja” dalam Renstra jangka panjangnya. Gerakan liberal dan radikal yang turut mewarnai derap globalisasi telah mendapat respon cepat Muslimat NU. Organisasi ini melalui pernyataan pers, tulisan ilmiah dan pidato Khofifah Indar Parawansa sebagai Ketua Umum di banyak tempat menyatakan bahwa Muslimat NU focus pada layanan (pendidikan, social, agama, ekonomi dan kesehatan). Kata "layanan" ini merupakan “kata kunci penting” yang harus dipahami bahwa dasar pijak ideology Muslimat NU telah tuntas dengan mengedepankan prinsip tawasuth, tasamuh, tawazun dan I’tidal. "Layanan" bagi Muslimat NU merupakan manifestasi dan implementasi dari ajaran Al-Quran Surat Adzariyat ayat 56 tentang tujuan utama diciptakannya manusia di muka bumi. 

“Role Model” Gerakan Perlindungan Ibu dan Anak 

Adakah organisasi perempuan non partisan di dunia yang memiliki anggota di akar rumput mencapai 30-an juta perempuan? Ketika Penulis mengikuti General Assembly International Council Women di Turki pada tahun 2015 silam, pertanyaan tersebut di atas terjawab. Dari interaksi penulis dengan para delegasi organisasi perempuan dunia pada moment General Assembly tersebut, tidak ada satupun yang memiliki kesamaan dengan model gerakan sosial Muslimat NU. Muslimat NU yang jelas memiliki struktur dan system organisasi mungkin juga dimiliki oleh organisasi perempuan lainnya di dunia sebagai bentuk dari modernisasi gerakan sosial. Namun organisasi perempuan di dunia yang tergabung dalam International Council Women (ICW) itu tidak banyak (nyaris tidak ada) yang melakukan perekrutan dan pembinaan anggota perempuan di akar rumput semasif Muslimat NU.

Comment

TERPOPULER
COPYRIGHT © MONITORDAY.COM 2016 ALL RIGHTS RESERVED
Back to Top
counter hit xanga