Opini

Oleh:

Kekerasan Dalam Pengasuhan Anak

Susianah Afandy Susianah Afandy
Kekerasan fisik pada anak sebagian besar dilakukan orang tua secara spontan dan dengan volume yang sering. Sebagian besar keluarga tidak memahami bahwa anak harus mendapat pengasuhan tanpa kekerasan. Fenomena kekerasan di masyarakat seakan lumrah, biasa dan dibenarkan oleh kultur. Anak menjatuhkan makanan, anak merengek minta mainan, anak lari-larian dan hal-hal remeh temeh yang dilakukan kerapkali memicu orang tua marah dan melakukan kekerasan secara fisik. Bentakan dan pukulan sering dialamatkan kepada anak dengan berlindung pada dalih agar anak disiplin dan tidak manja.

Anak-anak yang kerap mendapat kekerasan secara spontan dalam pola pengasuhan seperti ini berpengaruh pada otak kecilnya (alam bawah sadar). Anak yang awalnya mendapat kekerasan hanya diam saja, lama-lama ketika kekerasan oleh orang tua itu dilakukan bertubi-tubi, anak melakukan pembelaan diri dan bersikap agresif.

Kekerasan direkam anak dalam otak kecilnya. Ketika anak-anak ini menginjak dewasa dan ia mengalami tekanan jiwa yang menyebabkan ia marah, memori masa kecil di mana anak kerap mendapat kekerasan memacunya untuk melakukan kekerasan yang sama, melakukan hal yang dialaminya ketika masa kecilnya. 

Survey tentang pengasuhan anak yang dilakukan oleh Indonesia Herirtage Fondation terumuskan dalam sebuah dialog Tanya jawab sebagai berikut:

  1. Tanya : apakah kesamaan kisah masa kecil para criminal yang dipenjara seumur hidup atau yang mendapat hukuman mati? Jawab : mereka sama-sama sering dipukuli dan disiksa orang tuanya.
  2. Tanya : bagaimana para pemerkosa, pembunuh berantai, pelaku pembantaian massal, penculik, pelaku terror, perampok dan penjahat dibesarkan? Jawab : mereka dibesarkan dalam lingkungan yang penuh dengan kekerasan (sering dicaci, dipukul, disiksa dan selalu melihat aksi kekerasan di keluarganya serta lingkungan sekitarnya.
  3. Tanya : adakah kemiripan pengalaman masa kecil para suami yang sering memukul/menindas/menyiksa istri dan anaknya atau para istri yang sering melakukan kekerasan  terhadap suami dan anak-anaknya? Jawab : mereka adalah korban kekeeasan di dalam keluarga ketika masa kecil.
  4. Tanya : Siapakah di antara anak-anak yang nantinya tidak akan terlibat pada tindakan criminal dan kekerasan ketika dewasa? Jawab : Mereka dibesarkan dalam keluarga yang penuh perhatian, kasih saying di mana orang tuanya tidak pernah memukul anaknya.
Persepsi Kekerasan Terhadap Anak

Comment

TERPOPULER

Senin 13 Februari 2017 | 08:49 WIB

Senin 23 Januari 2017 | 09:24 WIB

Opini

Rabu 18 Januari 2017 | 11:12 WIB

Kamis 01 Desember 2016 | 20:37 WIB

COPYRIGHT © MONITORDAY.COM 2016 ALL RIGHTS RESERVED
Back to Top
counter hit xanga