Parlemen

Laporan:

Kapolri Akui Maklumat Larangan Demo 212 Tak Ampuh

Maklumat Kapolri terkait larangan Demo 212 disebar melalui helikopter Maklumat Kapolri terkait larangan Demo 212 disebar melalui helikopter
MONITORDAY.com, Jakarta - Sebelum aksi Bela Islam jilid III digelar, Kapolri Jenderal Tito Karnavian membuat maklumat larangan terhadap masyarakat untuk mengikuti aksi unjuk rasa di Monas, Jakarta 2 Desember lalu. Namun maklumat Kapolri itu tak mempan, buktinya jutaan masyarakat tetap berkumpul di Monas.

Nah, terkait kebijakan mengeluarkan maklumat itu, Kapolri mengatakan keputusan yang dibuat itu delematis. Pasalnya, Tito mengakui melarang orang melakukan unjuk rasa melanggar undang-undang.  

"Semua maklumat kami sampaikan, agar tidak mengikuti kegiatan itu, dan bahkan melarang, karena kami ada Pasal 18 Undang-undang 1998 menyampaikan bahwa melarang atau menghalang-halangi unjuk rasa yang sesuai dengan hukum, dapat diancam satu tahun," ujar Tito di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/12).

Namun, ‎dia menilai, ada pertimbangan yang lebih penting daripada melarang warga daerah ke Jakarta untuk mengikuti aksi tersebut. Yakni, Polri bakal melanggar Undang-undang tentang Ketertiban Umum jika tak mengeluarkan maklumat tersebut.

Contohnya, membludaknya massa dari sejumlah daerah bakan membuat macet Jakarta. Kemudian, kata dia, bukan tidak mungkin hal itu bakal mengganggu ketertiban umum.

Comment

COPYRIGHT © MONITORDAY.COM 2016 ALL RIGHTS RESERVED
Back to Top
counter hit xanga