Tekno

Terkuak, Peretas Jual Miliaran Data Pengguna Yahoo di Pasar Gelap

Ilustrasi gambar (Digitaltrends.com) Ilustrasi gambar (Digitaltrends.com)
MONITORDAY.com, Jakarta - Satu lagi pekan yang buruk bagi Yahoo, raksasa internet yang berbasis di Sunnyvale, California. Dimana September lalu terkuak peretasan data pengguna yang diperkirakan berjumlah 500 akun pada 2014, pekan ini kembali terbongkar peretasan miliaran akun yang dilakukan pada 2013.

Dilansir dari Digitaltrends.com, Senin (19/12), Chief Intelligence Officer InfoArmor (perusahaan yang bergerak di bidang keamanan informasi), Andrew Komarov mengatakan, bahwa pada agustus lalu, sekelompok peretas di Eropa Timur dengan nama "Group E" telah menjual database pengguna Yahoo di pasar virtual, dengan pembeli dua pembeli dua orang spammer yang berada dalam daftar ROSKSO (Register of Known Spam Operations) dan seorang mata-mata internasional dengan harga 300 ribu dolar Amerika.

Kamarov mencatat, bahwa perusahaannya telah mendapat salinan database dan informasi berbagai otoritas militer dan penegakan hukum di berbagai negara dari insiden tersebut, termasuk Amerika Serikat, Australia, Kanada, Inggris, dan Uni Eropa. "Setelah pihak-pihak memverifikasi keaslian catatan yang dicuri, katanya, beberapa dari mereka pergi ke Yahoo dengan keperihatinan mereka."

Ia juga mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ia tidak melakukan pendekatan langsung kepada Yahoo "karena raksasa internet itu meremehkan perusahaan keamanan ketika didekati oleh perantara."  tutur Kmarov.

Comment

TERPOPULER
COPYRIGHT © MONITORDAY.COM 2016 ALL RIGHTS RESERVED
Back to Top
counter hit xanga