Timur Tengah

Jadi Pembantu Dan Gabung ISIS, Wanita Filipina Dihukum 10 Tahun Penjara di Kuwait

Wanita asal Filipina yang bekerja di Kuwait, akhirnya dihukum penjara 10 tahun usai terbukti bergabung bersama ISIS. (philippinesnow.org) Wanita asal Filipina yang bekerja di Kuwait, akhirnya dihukum penjara 10 tahun usai terbukti bergabung bersama ISIS. (philippinesnow.org)
MONITORDAY.com, Kuwait- Sebuah Pengadilan Kuwait menghukum seorang wanita Filipina 10 tahun penjara, pada Senin (26/12). Vonis itu dijatuhkan setelah wanita itu terbukti bergabung dengan ISIS dan merencanakan serangan.

Pengadilan juga mendeportasi wanita 32 tahun itu, usai ia menjalani masa hukumannya. Wanita yang tak disebutkan identitasnya ditangkap pada bulan Agustus silam, dua bulan setelah tiba di negara Teluk kaya minyak untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Kementerian Dalam Negeri Kuwait menyatakan, wanita itu mengaku menjadi anggota ISIS dan merencanakan serangan teroris. Wanita itu mengatakan kepada penyidik, bahwa suaminya adalah seorang militan ISIS aktif di Libya. 

"Sang suami memintanya datang ke Kuwait dari Filipina sebagai pembantu rumah tangga," sebut pernyataan Kemendagri Kuwait, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Hingga kini, Pengadilan Kuwait telah menghukum sejumlah anggota, simpatisan, dan pihak-pihak yang mendanai ISIS.  Pada bulan Oktober, polisi Kuwait menangkap seorang sopir asal Mesir yang dicurigai sebagai anggota ISIS.

Comment

TERPOPULER
COPYRIGHT © MONITORDAY.COM 2016 ALL RIGHTS RESERVED
Back to Top
counter hit xanga