Sosial Dan Budaya

Laporan:

Media Online Berani Produksi Berita Hoax, Jokowi: Harus Diproses Hukum

Presiden Joko Widodo kala mendampingi Presdien Pilipina di Pusat Grosir Tanah Abang Presiden Joko Widodo kala mendampingi Presdien Pilipina di Pusat Grosir Tanah Abang
MONITORDAY.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai geram dengan maraknya pemberitaan bohong di media online. Karenanya, orang nomor satu di Indonesia itu meminta kepolisian tidak tinggal diam.

Jokowi meminta polisi melakukan penindakan hukum terhadap media online yang memuat berita bohong alias hoax. "Penegakan hukum harus tegas dan keras untuk hal ini. Dan kita harus evaluasi media-media online yang memproduksi berita-berita bohong tanpa sumber yang jelas, dengan judul yang provokatif, mengandung fitnah," kata Jokowi dalam rapat kabinet terbatas terkait media sosial di kompleks Istana, Jakarta, Kamis (29/12).

Menurut Jokowi, perkembangan teknologi saat ini tidak hanya memberikan nilai positif, tapi juga dampak negatif. "Kita lihat akhir-akhir ini banyak berseliweran informasi yang meresahkan, mengadu domba. Muncul ujaran-ujaran kebencian, pernyataan-pernyataan yang kasar, yang mengandung fitnah, yang provokatif," ucapnya.

Dia pun menyayangkan penggunaan bahasa di media sosial yang tidak mencerminkan budaya bangsa, yang terkenal ramah dan santun.

"Bahasa-bahasa yang dipakai juga bahasa-bahasa yang misalnya bunuh, bantai, gantung, sekali lagi ini bukan budaya kita, bukan kepribadian kita," tegasnya.

Comment

TERPOPULER
COPYRIGHT © MONITORDAY.COM 2016 ALL RIGHTS RESERVED
Back to Top
counter hit xanga