Peristiwa

Laporan:

Polemik Identitas Presiden Jokowi, Komnas HAM: Harus Ditelusuri

Buku Jokowi Undercover berujung polemik Buku Jokowi Undercover berujung polemik
MONITORDAY.com, Jakarta - Keberanian Bambang Tri Mulyono membongkar identitas Presiden Joko Widodo yang ditulis dalam buku berjudul 'Jokowi Undercover' mendapat rintangan. Ya, tidak lama setelah buku tersebut beredar, Bambang Tri ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke penjara oleh aparat kepolisian.

Langkah kepolisian menangkap penulis buku Jokowi Undercover kini jadi polemik. Sebagai mendukung korp yang dipimpin Jenderal Pol Tito Karnavian, tapi tidak sedikit yang menyayangkan, di antaranya Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. 

Menurut Natalis, seharus Bambang Tri mendapat apresiasi karena dia, penulis punya niat baik untuk melindungi kepala negara memperjelas identitas seorang presiden. Natalis mengakui jika tidak banyak publik yang mengetahui identitas atau silsila Presiden Joko Widodo.

"Dimana beliau lahir dan dibesarkan, apakah di Sragen atau di Sriroto Boyolali? Siapa orang tua sesungguhnya? Lantas apakah memang ada hubungan dengan PKI di tahun 1950-an dan 1960-an? Kami tetap antisipasi sedini mungkin karena kesangsian atas identitas akan menjadi tutur (diskursus) sejarah dan berita kelam pada masa yang akan datang," tutur Natalis dalam keterangannya yang diterima redaksi. 

Nah untuk menjawab pertanyaan publik tentang identitas Presiden Jokowi, kata Natalius, justru negara harus ikut membantu. Sebab identitas Jokowi masih dipersoalkan oleh banyak rakyat Indonesia secara terus menerus sejak beliau masa pencalonan bahkan setelah menjabat sebagai presiden.

Comment

COPYRIGHT © MONITORDAY.COM 2016 ALL RIGHTS RESERVED
Back to Top
counter hit xanga