Kriminal

Barang Mewah Tak Banyak Hilang, Pengacara Dodi Ragu Perampok Pulomas Pilih Korban Secara Acak

Selain beberapa lembar uang asing, pelaku pembunuhan di Pulomas hanya mengambil 2 HP. (merdeka.com) Selain beberapa lembar uang asing, pelaku pembunuhan di Pulomas hanya mengambil 2 HP. (merdeka.com)
MONITORDAY.com, Jakarta- Pengacara keluarga Dodi Triono, Azam Kham, mengklaim komplotan perampok pimpinan Ramlam Butarbutar telah merencanakan aksinya dan tidak memilih korban secara acak.

Azam meminta polisi menambahkan pasal KUHP bagi tiga anggota komplotan perampok itu. Hal ini disampaikan di sela-sela prarekonstruksi yang digelar polisi pada Jumat (6/1) ini. Dengan penambahan pasal tersebut, ia berharap pelaku dapat dihukum dengan seberat-beratnya.

"Dari pihak kepolisian kan pasal 333, 365, dan 338. Saya minta tambahkan 340, itu perencanaan dan ancamannya mati," ujar Azam kepada wartawan di Jalan Pulomas Utara No 7A, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur.

Namun, ia tetap meminta pihak kepolisian lebih memperdalam lagi kasus tersebut, sehingga kronologis yang sebenarnya dapat terungkap sampai ke akar-akarnya. "Karena memang merencanakan, pembuktiannya ya melalui rekontruksi ini dan keterangan pelaku," katanya.

Sebelumnya, polisi menyebut bahwa perampokan terhadap rumah Dodi Triono tersebut hanya dipilih secara acak. Namun, menurut Azam, hal itu hanya pengakuan pelaku saja.

Comment

TERPOPULER
COPYRIGHT © MONITORDAY.COM 2016 ALL RIGHTS RESERVED
Back to Top
counter hit xanga