Sosial Dan Budaya

Laporan:

Teror 2017, Pengamat Intelijen: Waspadai Kombatan 'Mudik' dari Timur Tengah

Ilustrasi: Terorisme masih jadi ancaman Ilustrasi: Terorisme masih jadi ancaman
Fakta itulah, lanjut Pray, yang bisa memunculkan bahaya ancaman terorisme yang muncul tahun 2017 akan lebih besar. Dan itu sudah ia perkirakan sejak tahun 2014 lalu. Apalagi faktanya 2016 lalu, sel-sel terorisme di Indonesia masih banyak dan muncul dibawah kendali Bahrun Naim seperti bom Thamrin, aksi lone wolf di Medan dan Tangerang, serta rencana teror bom di Bintara, Bekasi.

Khusus Indonesia, Pray yakin, ISIS menyerahkan ke orang Indonesia seperti Bahrun Naim, Bahrumsyah, dan Abu Jandal. Untuk Abu Jandal, ia belum yakin pria asal Pasuruan sudah tewas karena dari kabar terakhir yang diterima, Abu Jandal justru berada di perbatasan Suriah-Irak dan memimpin Khatibah Nusantara. Dari ketiga orang itu, Bahrun Naim dinilai yang paling lihai denganbanyak belajar strategi, ilmu intelijen, dan komunikasi dengan jaringan terorisme lain selama berada di Suriah. Bahrun Naim juga piawai memainkan media sosial untuk menggerakkan sel-selnya di Indonesia, tanpa mereka saling mengenal.

"Media sosial ini juga harus diwaspadai. Mereka mudah sekali menyusup di media sosial melalui pemberitaan, gambar, dan video. Saya juga mengkhawatirkan Bahrun Naim ini mampu memotivasi sel-sel tidur di sini untuk melakukan aksi teror Lone Wolf (aksi sendirian). Aksi teror Lone Wolf ini sangat sederhana. Mereka bisa beraksi tanpa bom atau senjata, cukup dengan senjata tajam," kata Pray.

Selain itu, Prayitno Ramelan juga menggarisbawahi peran media. Menurutnya, aksi terorisme sangat mengharapkan diberitakan besar-besaran oleh media massa. Ironisnya, media selalu memberikan porsi pemberitaan yang besar setiap terjadi aksi terorisme. Padahal tanpa disadari hal itulah yang diinginkan pelaku terorisme yaitu mendapat pemberitaan gratis.

"Aksi terorisme tidak ada artinya tanpa diberitakan media. Karena itu, media harus menyadari dan tidak terlalu membesarkan aksi terorisme. Intinya, media harus bijak dalam menyikapi aksi terorisme," pungkas Prayitno Ramelan.

Comment

TERPOPULER
COPYRIGHT © MONITORDAY.COM 2016 ALL RIGHTS RESERVED
Back to Top
counter hit xanga