Edu Gaspar, Mantan Gelandang Sekarang Menjadi Direktur Pelatih Baru Arsenal

Edu Gaspar, mantan gelandang Arsenal kini menjadi sebagai direktur teknik pertama. Legenda Arsenal ini diharapkan mampu meringankan beban pelatih Unai Emery dalam mencari pemain. Direktur teknik menjadi peran penting dalam sepak bola modern.

Edu Gaspar, Mantan Gelandang Sekarang Menjadi Direktur Pelatih Baru Arsenal
Edu Gaspar, Mantan Gelandang Arsenal (Fhoto/Net)

MONITORDAY.COM - Edu Gaspar, mantan gelandang Arsenal kini menjadi sebagai direktur teknik pertama. Legenda Arsenal ini diharapkan mampu meringankan beban pelatih Unai Emery dalam mencari pemain. Direktur teknik menjadi peran penting dalam sepak bola modern.

Ia menjadi jembatan antara pelatih dengan manajemen club, sekaligus mengurusi transfer pemain, kontrak, dan sejenisnya.

Edu memiliki karier sebagai direktur teknik, Gooner sebutan pendukung Arsenal boleh optimistis. Sebab, sejak pensiun pada 2010, Edu ikut membantu Corinthians menyabet berbagai prestasi. Prestasi itu adalah merengkuh dua gelar liga domestik, satu Recopa Sudamericana, satu Copa Libertadores dan satu trofi Piala Dunia Dunia Antarklub. Setelah lima tahun di sana, Edu naik kelas menjadi direktur teknik timnas Brasil pada 2016.

Edu memiliki filosofi jelas dalam urusan jual beli pemain. Ia mengaku tidak memaksakan pembelian pemain bernama besar karena yang terpenting baginya adalah membeli pemain yang sesuai dengan skema pelatih.

 "Kami ingin jeli dan berhati-hati dalam merekrut pemain. Ini bukan soal nama besar pemain, tapi karakteristik yang ditawarkan sang pemain," kata Edu dalam wawancara dengan Gazeta Sportiva pada Januari 2016.

Selain itu, Edu memiliki satu aspek terpenting dalam menjadi direktur teknik, yaitu hubungan baik dengan pelatih tim utama. Ia juga memahami betul apa yang diinginkan pelatihnya, hal yang terefleksikan selama masa kerjanya dengan pelatih timnas Brasil, Tite.

"Saya memahami Tite. Saya tahu apa yang ia butuhkan, apa yang ia suka dan tidak suka. Tergantung cara ia memandang saya, saya sudah tahu apa yang harus saya lakukan," ungkap Edu dalam wawancara dengan Exame pada 2017 lalu.

Salah satu kelemahan Arsenal selama ini adalah absennya sosok yang piawai dalam mengurusi transfer pemain. Seorang manajer tidak bisa lagi mengurusi transfer pemain karena harus mengurusi taktik dan strategi bermain, jika ia juga harus mengurusi urusan transfer pemain, hal itu bisa menjadi bumerang.  Arsenal tentu telah belajar dari pengalaman bersama Arsene Wenger. Sejak 2007, manajer asal Prancis itu kesulitan mendatangkan pemain yang diinginkannya karena kehilangan sosok David Dein yang merupakan tangan kanannya dalam urusan transfer.

Kedatangan Edu sebagai direktur teknik membawa angin segar bagi Arsenal yang beralih menjadi sebuah klub modern. Kini, Gooners hanya perlu bersabar dan memberi waktu kepada Edu untuk memahami keinginan Emery.