Indonesia Akhirnya Kembali Menjadi Anggota ITKF

Di tengah raihan medali Sea Games 2019 yang masih merangkak untuk naik, kabar gembira justru datang dari Curitiba, Brazil. Pasalnya, Indonesia akhirnya kembali menjadi anggota International Traditional Karate International (ITKF).

Indonesia Akhirnya Kembali Menjadi Anggota ITKF
Penyematan PIN tanda keanggotaan Indonesia di ITKF oleh Sensei Gilberto. Foto: Aam Imanullah.

MONITORDAY.COM – Di tengah raihan medali Sea Games 2019 yang masih merangkak untuk naik, kabar gembira justru datang dari Curitiba, Brazil. Pasalnya, Indonesia akhirnya kembali menjadi anggota International Traditional Karate International (ITKF).

Kabar tersebut didapat dari Ketua Umum Federasi Karate Tradisional Indonesis (FKTI), HM. Muchlas Rowie yang saat ini tengah mengantarkan beberapa atlitnya untuk berlaga di World ITKF Traditional Karate Championship pada 2-8 Desember 2019 di Curitiba, Brazil.

Menurut Muchlas, sebelum secara resmi masuk keanggotaan ITKF, FKTI diundang bersantap malam oleh Professor Gilberto Gaertner. Di kesempatan tersebut, kata Muchlas, Sensei Gilberto memperkenalkanya kepada para anggota ITKF dari berbagai negara, termasuk Sensei Shihan Arai  dan Watanabe San dari ITKF Jepang.

“Di sesi makan malam tersebut, kita diperkenalkan secara langsung oleh Presiden ITKF, Sensei Gilberto Gaertner kepada para anggota ITKF dari berbagai negara termasuk kepada Sensei Shihan Arai dan Watanabe San dari JKA/Shihankai,” kata Muchlas Rowie saat dihubungi monitorday, Kamis (5/12/2019).

Di sesi selanjutnya, kata Muchlas, Sensei Gilberto pun menyematkan sebuah pin yang menandakan Indonesia kembali menjadi anggota ITKF setelah selama sebelas tahun lamanya pasif dan akhirnya keluar dengan sendirinya.

“Penyematan pin keanggotaan ITKF oleh Sensei Gilberto menandai aktifnya kembali Indonesia di ITKF setelah sebelas tahun lamanya kita pasif dan keluar di tahun 2008,” tutur Muchlas.

Muchlas menjelaskan, jika dengan kembalinya Indonesia menjadi anggota ITKF ke depan diharapkan masa depan karate tradisional di Indonesia makin cerah dan bertabur prestasi.

Menurutnya, seni beladiri karate tradisional punya kelebihan dibandingkan seni beladiri lainnya. Berbeda dengan karate lain, karate tradisional merupakan seni beladiri yang mengutamakan filosofi budo, yang menumbuhkan loyalitas tinggi dan pendidikan karakter.

“Itulah kenapa seni beladiri karate tradisional lebih disukai di Eropa, karena ia tak sekadar bela diri, namun memiliki seni, filosofi, dan nilai moral yang sangat tinggi,” terang muchlas.

Dalam konteks Indonesia, kata Muchlas, FKTI bisa sinergi dengan pemerintah terutama dalam hal pembangunan karakter.

“Seni beladiri karate tradisional bisa disinergikan dengan pendidikan karakter di sekolah-sekolah. Karena itu pasca aktif kembali di ITKF dan kembali ke Tanah Air, dirinya akan berkomunikasi dan bersinergi dengan Pemerintah Indonesia,” terangnya.