Jokowi dan Islam Moderat

Wacana Islam Moderat atau Wasathiyah mengemuka dalam berbagai kesempatan. Pengertian, ciri, dan watak Islam Moderat menjadi topik yang menarik seiring demokratisasi di sejumlah negara berpenduduk mayoritas muslim.

MONITORDAY.COM – Wacana Islam Moderat atau Wasathiyah mengemuka dalam berbagai kesempatan. Pengertian, ciri, dan watak Islam Moderat menjadi topik yang menarik seiring demokratisasi di sejumlah negara berpenduduk mayoritas muslim.

Sebagian kalangan muslim belum menerima istilah Islam moderat secara terbuka. Bahkan ada yang masih mencurigainya sebagai agenda untuk melawan radikalisme Islam dan Islamisme. Kegamangan itu terlihat dalam berbagai pendapat sebagaimana dikutip media.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pagi ini bersilaturahmi dengan ulama sekaligus cendekiawan muslim Quraish Shihab. Silaturahmi tersebut berlangsung di di Pesantren Pasca Tahfidz Bayt Al-Quran, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten (25/1/ 2019)

Tiba pada pukul 08.40 WIB, Kepala Negara dan Ibu Iriana disambut langsung oleh Quraish Shihab beserta istri, Fatmawati Assegaf, dan keluarga. Presiden tampak hadir dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang berpeci hitam. Sementara Ibu Iriana mengenakan pakaian putih dengan kerudung senada.

Usai mengucapkan salam dan bersalam-salaman dengan anggota keluarga yang hadir, Kepala Negara duduk berdekatan dengan Quraish Shihab. Keduanya kemudian melakukan perbincangan hangat.

"Alhamdulillah saya bisa berkunjung dan bertemu dengan Bapak Quraish Shihab dan Bapak Nasaruddin (imam besar Istiqlal) di Pusat Studi Quran di Tangerang Selatan ini. Banyak tadi yang kita perbincangkan, tetapi intinya tadi mengenai moderasi Islam, Islam yang moderat, wasatiyyah Islam," kata Presiden selepas pertemuan.

Kepala Negara mengaku mendapatkan masukan dari Quraish Shihab yang semuanya telah dicatat olehnya dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany tersebut.

Terkait pembicaraan tersebut, Quraish Shihab menjelaskan bahwa materi seputar Islam yang moderat dan isu-isu kontemporer merupakan hal yang memang menjadi fokus perhatian institusi yang didirikannya, Pusat Studi Quran (PSQ).

Karakter pertama Islam moderat adalah tawassuth atau tidak ikut ekstrim kiri maupun kanan, dan kedua tawazun atau menjaga keseimbangan yang ada. Ketiga ya'dil atau adil memberikan sesuatu yang hak, dan keempat tasamuh atau penuh toleransi.

Kelima, adalah almusawa atau egaliter dan tidak disktriminatif, serta keenam suro atau tidak menang sendiri dengan berpengang pada musyawarah. Ketujuh adalah islah atau mau mencari yang lebih bermaslahah, dan kedelapan aulawiyah atau menentukan prioritas.

Karakter kesembilan, adalah tatawur ihtikar atau memiliki dinamika yang maju dengan kreatifitas, dan terakhir menekanan keberadaban.

10 karakter dakwah Islam Wasathiyah itu merupakan pegangan dai menebarkan moderat, baik dari pemahaman maupun gerakan. Jadi, baik dari segi pemahaman dan gerakan, kita harus hindari kanan dan kiri, ambil jalan moderat. Pandangan ini disampaikan oleh Yunahar Ilyas, wakil ketua MUI sebagaimana dilansir Republika (14/1/2019)