Kenang Sosok Gus Solah, Amirsyah Tambunan: Beliau Kiai yang Bersahaja

Meninggalnya Gus Solah, yang tak lain adalah adik kandung Gus Dur ini banyak meninggalkan kesan bagi sejumlah pihak dan kerabat. Termasuk bagi Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr Amirsyah Tambunan.

Kenang Sosok Gus Solah, Amirsyah Tambunan: Beliau Kiai yang Bersahaja
KH Solahuddin Wahid atau Gus Sholah

MONITORDAY.COM - KH Solahuddin Wahid atau Gus Sholah meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, pada Minggu (2/2/2020) pukul 20.55 WIB. Meninggalnya adik kandung Gus Dur ini banyak meninggalkan kesan bagi sejumlah pihak dan kerabat. Termasuk bagi Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr Amirsyah Tambunan.

Meninggalnya Gus Sholah mengingatkan Amirsyah pada sikap Gus Sholah yang sangat bersahaja. Tapi tegas terhadap sesuatu yang dianggapnya menyimpang dari prinsip-prinsip agama dan bernegara.

"Dari beberapa kali saya bertemu dengan beliau, beliau adalah kiyai bersahaja yang lemah lembut," ujar Amirsyah di Jakarta, Senin (03/02/20).

Gus Sholah, kata Amirsyah, juga tidak segan-segan memberikan arahan, sehingga boleh dikatakan seorang yang negarawan. Tentu sikapnya tidak mengedepankan hal yang bersifat pribadi. 

"Jadi beliau seorang, kiyai, ulama, cendekia, sikap kenegarawannya lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Dari pada kepentingan kelompok atau golongan," ungkapnya. 

Ia mengenang ketika pertama kali bertemu dengan adik Presiden Indonesia keempat Gus Dur itu. Saat menjelang pemilihan presiden tahun 2014 dalam sebuah diskusi di Medan, Sumatera Utara. 

Amirsyah menceritakan, bahwa almarhum dengan tegas mengatakan sosok pemimin itu memang harus kuat tegas, dan mampu mempertahankan prinsip-prinsip kenegarawanan. 

"Jadi, saya baru pertama kali bertemu jadi langsung terasa akrab. artinya paling penting tidak melihat orangnya, tapi melihat apa yang dikatakan. Kalau dikatakan baik beliau sangat baik," kenangnya. 

Dalam pergaulan pun Gus Sholah merupakan karakter yang terbuka mau mendengar. Jika ada yang kurang disuka beliau menolaknya secara halus. 

"Selisih pendapat biasa lah. berbeda pendata yang harus saling menghormati dan menghargai. Beliau juga begitu kalau ada pendapat yang berdeda beliau menghargai," ucap Amirsyah. 

Kepergiannya meninggalkan setuju cerita pada sahabatnya. Dirinya juga merasa kehilangan atas wafatnya cucu KH Hasyim Asy'ari tersebut.

"Kita kehilangan seorang tokoh disaat bangsa membutuhkan beliau," tuturnya.