Menciptakan Tokoh di Dalam Duniamu

Ketika kamu menulis sebuah cerita, tentu ada yang dinamakan tokoh cerita. Tokoh cerita dapat disebut sebagai sorotan pada cerita yang kamu buat.

Menciptakan Tokoh di Dalam Duniamu
Beragam Tokoh Cerita. (c) Google

MONITORDAY.COM – Ketika kamu menulis sebuah cerita, tentu ada yang dinamakan tokoh cerita. Tokoh cerita dapat disebut sebagai sorotan pada cerita yang kamu buat. Anggaplah dirimu sebagai seorang “pencipta”, dan kamu akan mulai menciptakan duniamu mulai dari siapa yang akan berperan dalam cerita tersebut.

Secara umum, ada tiga unsur yang harus kamu perhatikan dalam membuat tokoh cerita; penokohan, peran, dan karakter. Penokohan adalah sudut pandang dari tokoh yang ada pada cerita tersebut. Dalam hal ini, ada dua jenis penokohan, yaitu orang pertama atau orang ketiga. Jika kamu biasa membaca cerita dengan “Aku” sebagai karakter utamanya, maka itulah yang disebut penokohan orang pertama. Sementara, pada penokohan orang ketiga, kamu sebagai penulis dapat menggunakan langsung nama tokohmu.

Lalu ada peran. Pembagian peran dalam cerita sama halnya ketika kamu menonton drama, sinetron, atau film. Kamu akan menemukan peran utama, peran pendamping, peran antagonis, dan peran protagonis. Peran utama adalah tokoh yang menjadi sorotan utama dalam sebuah cerita, yang kisahnya paling banyak diceritakan. Peran pendamping adalah peran pendukung peran utama. Biasanya, peran utama bersifat protagonis, sementara peran pendampingnya menjadi antagonis, yang melawan atau bertentangan dengan peran utama.

Unsur ketiga adalah karakter. Karakter dibagi ke dalam dua tipe, yakni karakter fisik dan karakter sifat atau watak. Karakter fisik adalah penggambaran tokohmu secara fisik; tinggi, memiliki bulu mata yang lentik, atau lesung pipi. Sementara, karakter sifat lebih merujuk kepada watak karakter tersebut. Apakah ia seorang pemarah, rendah hati, atau humoris?

Banyak sekali yang bisa kamu eksplor dari tiga unsur pembuatan tokoh. Sekarang, kamu sudah siap untuk menjadi seorang “pencipta”!