Andi Arif: Capres Nomor Urut 02 Kurang Serius Berkampanye

Andi Arif: Capres Nomor Urut 02 Kurang Serius Berkampanye
Wasekjen Demokrat, Andi Arief/Net

MONITORDAY.COM - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengkritik gaya kampanye Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Ia menyebut capres nomor urut dua itu malas-malasan untuk keliling Indonesia, sedangkan masa kampanye tinggal enam bulan.

"Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkampanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden," tulis Andi lewat akun Twitternya, @AndiArief_, pada Jumat (12/10/2018).

"Pasti banyak yang gak suka soal kritik saya atas males-malasan Pak Prabowo keliling aktif ke Indonesia ini. Tapi percayalah kalau direnungkan bagaimana mungkin kemenangan mengejar orang yang malas?" cuit Andi.

Andi menyarankan, Prabowo harus lebih gencar berkampanye dan terjun langsung ke masyarakat di berbagai daerah, untuk menyampaikan program kerja dan solusi yang ditawarkan dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa saat ini.

"Enam bulan adalah waktu yang terlalu pendek dalan politik. Pak Prabowo harus keluar dari sarang Kertanegara, kunjungi rakyat, sapa, peluk cium dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yang sulit ini," cetus Andi.

Aktivis 98 ini menambahkan, Ketua Umum Partai Gerindra itu harus turun gunung dan bertemu masyarakat, karena melawan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) bukan perkara mudah.

"Kenapa Prabowo harus segera turun keliling? Pertama, lawan incumbent harus kerja keras. Kedua, bulan Desember harus mengejar 40 persen. Ketiga, berharap ekonomi memburuk saja belum menjamin kenaikan elektabilitas. Keempat, pilpres ini memilih Presiden, maka Presidennya yang aktif," jelasnya.

Saat ini, lanjut Andi, merupakan momen yang tepat bagi Prabowo untuk kampanye keliling Indonesia. Sebab, parpol koalisi pengusung Jokowi tengah disibukkan dengan mencari dukungan suara demi lolos ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold/PT).

"Mumpung partai-partai pendukung Pak Jokowi sibuk untuk lolos PT ketimbang urus Pak Jokowi, harusnya Pak Prabowo aktif keliling, menembus Indonesia mendulang suara. Hanya dengan bertemu rakyat maka pintu Istana akan terbuka," tandasnya.