Bakar Duit Para Pemain Pembayaran Non Tunai

MONITORDAY.COM - Strategi perang diskon dan cashback  para pemain digital payment dinilai sebagian kalangan cukup berani. Strategi menarik konsumen dengan berbagai tawaran menarik itu dinilai sebagai aksi ‘bakar duit’. OVO – GoPay adalah bagian dari edukasi masyarakat.

Pilihan strategi itu menjadi niscaya dalam upaya mengubah perilaku konsumen atau pengguna uang. Edukasi pasar yang menggunakan ‘cara pasar’.  Manajemen OVO, sebagaimana diberitakan berbagai media,  mengatakan saat ini tidak sedang bersaing dengan GoPay dan apa yang diterapkan lebih ke cara OVO mengedukasi masyarakat agar semakin beralih ke cashless atau tanpa uang tunai.

Monitorday mencatat bahwa di Indonesia sendiri data menunjukkan perputaran uang sekitar Rp 5.700 triliun di tahun  2018. Dari jumlah itu baru 10% yang menggunakan cashless atau transaksi non-tunai. Selebihnya masih didominasi transaksi tunai. Dari jumlah transaksi non-tunai masih berupa kartu debit dan kartu kredit. Jadi digital payment sendiri hanya 1%.

Pekerjaan rumah terbesar saat ini cukup besar. Yakni mengedukasi 90% masyarakat yang belum menerapkan transaksi nin-tunai. Perusahaan sistem pembayaran mencoba mengedukasi langsung menggunakan sistem digital bukan gunakan kartu kredit atau kartu debit lagi.

Perusahaan penyedia layanan non tunai tidak bisa memaksa konsumen. Kecuali pada kasus pengguna jalan tol. Untuk membiasakan masyarakat menggunakan non tunai, perusahaan membangun pengalaman menggunakan layanannya. Namun masyarakat tersebut butuh alasan untuk menggunakan dan memilih layanan tersebut.

Muncullah istilah  perang diskon, cashback, payday, dan sebagainya. Manajemen OVO dan GoPay  serta perusahaan pembayaran digital lainnya melihat hal itu sebagai jalan membangun pemahaman dan kebiasaan calon pengguna agar mau menggunakan pembayaran non tunai.    

Hal ini menjadi reason to used atau alasan bagi calon pengguna untuk mengunduh dan menggunakan digital payment. Mengubah behavior atau perilaku konsumen memang tidak mudah. Dengan berbagai kemudahan dan keuntungan itulah konsumen bisa tertarik dan pada akhirnya ‘ketagihan’ untuk menggunakan alat pembayaran non-tunai.