Bantah Anies, PDIP Nilai Sponsor untuk Ratna Tak Wajar

Bantah Anies, PDIP Nilai Sponsor untuk Ratna Tak Wajar
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono

MONITORDAY.COM - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menanggapi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menilai sponsor yang diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) ke aktivis gerakan #2019gantipresiden Ratna Sarumpaet sebagai hal yang wajar.

Menurut Gembong, sponsor yang diberikan Pemprov DKI Jakarta ke Ratna Sarumpaet untuk agenda ke Chile tersebut merupakan hal yang tidak wajar karena tidak ada hubungnnya dengan Pemprov DKI Jakarta dan merupakan agenda pribadi Ratna Sarumpaet.

"Sponsor Pemprov DKI Jakarta itu wajar, apabila itu (agenda Ratna ke Chile) ada keterkaitannya dengan pemprov, namun soal Ratna Sarumpaet ini kan undangan pribadi dia, jadi nggak wajar, karena sama sekali tidak ada keterkaitannya dengan Pemprov," kata Gembong saat dikonfirmasi monitorday.com melalui telepon, Minggu (7/10/2018).

Gembong menambahkan, sponsor yang diberikan Pemprov DKI Jakarta ke Ratna tersebut belum pernah dibahas bersama DPRD DKI Jakarta.

"Setahu saya, seingat saya, nggak pernah ada pembahasan terhadap pengalokasian anggaran seperti itu, baik di APBD murni maupun APBD perubahan," tambah anggota Banggar DPRD DKI tersebut.


Gembong menyatakan pemberian uang untuk kegiatan Ratna tidak jadi masalah jika berasal dari dana operasional Gubernur DKI Jakarta. Dia mengatakan dana operasional Gubernur bisa digunakan untuk pembiayaan kegiatan Ratna tersebut.

"Dana operasional Gubernur kan besar sekali, justru yang diperbolehkan kalau sponsor Ratna dari dana operasional Gubernur,” tuturnya.

Sebelumya diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut permohonan sponsor Ratna Sarumpaet ke Pemprov DKI Jakarta untuk agendanya ke Chile sebagai hal yang wajar. 

"Kita memberikan fasilitas dukungan itu, karena yang bersangkutan pernah menjadi ketua dewan kesenian di DKI Jakarta. Jadi ini proses biasa, normal. Yang terjadi pada banyak seniman, banyak pekerja-pekerja seni di DKI. Ini karena kebetulan ada cekal jadi ramai, selebihnya nggak ada bedanya," kata Anies kepada wartawan di Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2018).