Bantah Tempe Seukuran 'ATM ', Jokowi : Jangan Bilang Harga di Pasar Mahal, (Bisa) Ngamuk Pedagang Pasar

Bantah Tempe Seukuran 'ATM ', Jokowi : Jangan Bilang Harga di Pasar Mahal, (Bisa) Ngamuk Pedagang Pasar
Presiden Jokowi dan Pedagang / Net

MONITORDAY.COM - Soal penyebutan ukuran tempe sebesar kartu ‘ATM’ yang menjadi sindiran Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga S Uno kepada Pemerintahan saat ini untuk mengindikasikan bahwa perekonomian Indonesia sedang dalam kondisi sulit, harga-harga kebutuhan naik.

“Kita prihatin dan khawatir dengan kondisi perekonomian kita. Tempe katanya sekarang sudah dikecilkan dan ditipisnya sudah sama ukuran seperti kartu ATM,” katanya beberapa waktu lalu, penyebutan tempe jenis ini sempat menjadi perbincangan di media sosial.

Tidak berhenti, dalam ukuran kartu ATM, Sandi juga kembali menyebutkan jenis tempe yang berukuran sachet dan iphone.

Menanggapi ketebalan tempe yang mirip kartu ATM, Jokowi melakukan pengecekan langsung sambil turun berbaur dengan para pembeli serta penjual di pasar-pasar tradisional.

Ternyata, Jokowi menemukan bahwa kondisi ketebalan tempe tidak seperti yang disebutkan oleh Sandiaga. Ukuran dan ketebalan tempe masih normal seperti biasa. Tidak itu saja, secara harga tetap stabil dan tidak mahal.

"Ya dari dulu kan senangnya tempe sama ngecek [harga] tempe naik atau enggak," kata Jokowi.

Hal ini diungkapkan Presiden Jokowi saat blusukan ke Pasar Surya Kencana di Kota Bogor, beberapa waktu lalu. Di sana, dia menemukan harga tempe masih tetap sama atau tidak naik.

Jokowi tidak sebatas bertanya kepada pedagang, tetapi juga membeli sejumlah barang untuk mengetahui harga secara langsung. Ia membeli enam selonjor tempe yang cukup tebal, 10 ikat bayam, sawi, dua kilogram cabe rawit, dan dua kilogram cabe keriting. Beberapa buah seperti mangga dan pepaya juga dibeli.

Presiden Jokowi Berbincang dengan Pedagang (dok.Twitter)

Presiden Jokowi Berbincang dengan Pedagang (dok. Twitter)

Dia berharap tidak ingin ada pihak yang berteriak-teriak harga bahan pokok di pasar tradisional naik. Menurutnya, hal itu tak sesuai kondisi lapangan dan bakal berdampak ke penjualan di pasar.

"Ini jangan sampai ada yang teriak-teriak di pasar harga mahal. Pedagang pasar ngamuk semua, ibu-ibu enggak ada yang ke pasar nanti larinya ke mal," kata Jokowi.