Bawaslu Diminta Segera Ambil Langkah Hukum Soal Anak Pramuka Yel-yel Ganti Presiden

Bawaslu Diminta Segera Ambil Langkah Hukum Soal Anak Pramuka Yel-yel Ganti Presiden
Sejumlah anak berseragam pramuka diajak teriak ganti presiden/ISTIMEWA

MONITORDAY.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diminta segera mengambil langkah hukum terkait pelibatan sejumah anak berseragam pramuka, yang teriakan yel-yel ganti presiden, seperti dalam video viral yang beredar beberapa hari terakhir ini.

Hal ini dikatakan oleh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak, Jasra Putra, di Jakarta, Rabu (17/10). Ia mengatakan, bahwa bahwa hal tersebut telah melanggar aturan yang ada.

"Kami minta Bawaslu-KPU untuk mengambil langkah-langkah hukum terkait aktor orang dewasa yang diduga mengarahkan anak-anak tersebut," kata Jasra.

Menurutnya, hal tersebut telah melanggar UU 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak pasal 15. Ia mengatakan, UU tersebut sangat tegas mendorong mengamankan anak dari penyalahgunaan anak dalam kegiatan politik.

"Perlindungan anak  tersebut menjaga tumbuh kembang anak secara optimal sehingga semua pihak harus berperan dan memberikan pemenuhan terhadap anak," ungkapnya.

Lebih dari itu, menurut Jasra, tindakan seperti yang ada dalam video viral tersebut, merupakan bentuk eksploitasi terhadap anak. Karena itu, Ia meminta kepada seluruh elemen untuk dapat memberi pengertian terhadap anak-anak agar tidak begitu saja mau mengikuti ajakan untuk terlibat dalam dukung-mendukung soal politik.

"Kami mengimbau orang tua, guru dan masyarakat untuk melindungi anak-anak dan termasuk memberikan edukasi kepada anak agar tidak dieksploitasi dalam tahun politik tersebut," ujar Jasra.

KPAI, kata Dia, sejak awal telah mendukung agar fasilitas pendidikan tidak digunakan dalam kampanye dan steril dari dukung-mendukung yang dilakukan oleh kandidat capres, timses dan termasuk pendukung. Karena menurutnya, dengan pembebasan dari hal-hal tersebut, maka pendidikan alam berfungsi sebagaimana mestinya.

"Lembaga pendidikan bisa berjalan sesuai dengan fungsinya yaitu mencetak generasi bangsa yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spritual secara baik," pungkasnya.

Seperi diketahui, dalam video viral berdurasi 20 detik tersebut memperlihatkan sejumlah siswa berseragam Pramuka diajak meyerukan yel-yel 2019 ganti presiden.

Di awal video, seorang lelaki dalam video tersebut mengangkat satu tangan kanannya dan menyerukan takbir, lalu diikuti oleh para siswa. Setelah itu lelaki itu berseru, 2019. Sontak para siswa menjawabnya "ganti presiden" dengan mengangkat tangan kanan mereka.