Beda dengan Tim Jokowi, Prabowo-Sandi Tak Mau Tes Baca Al-Quran

Beda dengan Tim Jokowi, Prabowo-Sandi Tak Mau Tes Baca Al-Quran
Foto: Istimewa

MONITORDAY.COM – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengatakan tak akan mengikuti tes baca Al-Quran seperti yang diusulkan oleh Ikatan Dai Aceh. BPN beralasan bahwa tes baca Al-Quran bukan merupakan hal perlu dilakukan, lantaran seluruh Capres-Cawapres yang ada dinilai semuanya merupakan muslim taat.

Pak Jokowi muslim, pak Prabowo muslim, bang Sandi muslim, pak Kiai Maruf bahkan bukan muslim lagi, tapi Kiai besar, gitu loh. Saya rasa empat tokoh ini Muslim yang taat ya,” kata Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Andre Rosiade, di Jakarta, Minggu (30/12).

Andre mengatakan, tidak hanya karena semuanya beragama Islam, namun menurutnya, yang dubutuhkan oleh masyarakat untuk mengenal Capres-capwapres adalah dari seberapa berpihak-program-programnya kepada kepentingan rakyat banyak.

Jadi, kata Adie, tes baca Al-Quran bukan merupakan hal yang substantif dalam hal ini. Karena yang penting menurutnya adalah program-program yang ditawarkan yang patut diketahui oleh seluruh masyarakat Indonesia.

"Yang dibutuhkan masyarakat itu soal apa sih tawaran empat orang ini? Untuk menyelesaikan problem ekonomi bangsa saat ini. Itu yang menurut saya yang lebih substansi mau dibahas masyarakat Indonesia saat ini,” ujarnya.

Meski begitu, Kata Adie, bukan berarti pihaknya tidak menghromati usulan dari Ikatan Dai Aceh tersebut. Menurutnya, usulan tersebut baik, namun tidak untuk saat ini, karena KPU sudah menetapkan tanggal debat. Dia pun mengusulkan agar tes baca Al-Quran diterapkan untuk pilpres 2024 mendatang.

Lain halnya dengan kubu Jokowi, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf mengaku siap jika diundang untuk tes baca Al-Quran untuk peryaratan Capres-Cawapres.

Pak Jokowi sangat siap menerima tawaran yang diberikan kawan-kawan Ikatan Dai Aceh," kata juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga, dalam keterangan tertulis, Minggu, (30/12).

Diketahui, Ikatan Dai Aceh mengundang Capres-Cawapres yang akan berkompetisi di Pilpres 2019, untuk mengikuti tes baca Alquran demi mengakhiri polemik soal keislaman para calon pemimpin bangsa itu. Rencananya, tes membaca Alquran dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada 15 Januari 2019.

Arya mengatakan, pihaknya mengerti apa yang dimaksudkan oleh para Dai di Aceh yang mengusulkan hal tersebut. Ia mengatalan, bahwa dalam memilih pemimpin di daerah yang dijuluki serambi Mekah itu memang ada persyaratan agar calon pemimpin bisa membaca Al-Quran.

ini adalah permintaan dari masyarakat Aceh. Mereka memang dikenal sangat menjunjung ajaran dan melandaskan semuanya dari agama Islam," kata Dia.