Cegah Berkembangnya Terorisme Lewat Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Koperasi

Cegah Berkembangnya Terorisme Lewat Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Koperasi
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan/net

MONITORDAY.COM - Dalam rangka memberantas radikalisme dan terorisme, Kementerian Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menyarankan agar mulai mengatasinya dengan melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis koperasi. Langkah ini dinilai efektif karena salah satu faktor timbulnya terorisme adalah masalah ekonomi. 

"Pemberdayaan ekonomi melalui koperasi tergolong langkah yang efektif untuk memberantas gerakan radikalisme dan menekan praktik terorisme. Pasalnya, salah satu akar persoalan radikalisme dan terorisme adalah tekanan ekonomi," ujar Sekretaris Kemenkop UKM Prof. Dr. Ir. Rully Indrawan, dalam keterangan tertulisnya, selasa (14/5). 

Hal tersebut dikatakan Rully setelah meninjau Koperasi Komunitas Mantan Narapidana teroris dan Gerakan Aktivis Radikal (Kontantragis) di Kabupaten Garut, Minggu (12/5). Pada kesempatan itu, ia berdialog dan berkomunikasi dengan para mantan napi terorisme yang tergabung dalam Koperasi Kontantragis. Dia pun sempat  menampung keluhan dan kendala mereka dalam berkoperasi.

Menurut Rully, perlu upaya bersama untuk mensupport para aktivis di Kontantragis karena ini bukan persoalan ekonomi semata tapi kebangsaan, mereka harus mendapatkan apresiasi dan perhatian khusus setelah memutuskan untuk memilih kembali ke NKRI. 

Bentuk dukungan yang diharapkan, kata Rully, bisa datang dari pemerintah kabupaten/kota, mitra bisnis dengan win win solutions, perbankan, hingga masyarakat yang terbuka untuk mau menerima produk mereka. 

“Jangan sampai juga masyarakat menolak produk mereka karena pada saat mereka kembali ke jalan awal yang repot kita semua. Saya harap ini menjadi agenda besar kita sebagai sebuah bangsa,” ujarnya.

Rully menegaskan, pihaknya siap membuka akses permodalan bagi koperasi itu baik melalui LPDB KUMKM atau KUR sekaligus pelatihan, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi hak paten serta hak cipta untuk produk koperasi.

"Kami siap bersinergi dalam berbagai program Kementerian Koperasi dan UKM dari sisi perkuatan permodalan, pelatihan, dan berbagai program lainnya,” tegasnya. 

Lebih lanjut, Rully menjelaskan, bahwa sebagian dari anggota koperasi tersebut memang mengeluhkan keterbatasan modal dalam pengembangan usaha mereka. "Mereka juga membutuhkan pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi dari sisi SDM," tandasnya.