Diprediksi Makin Masif Jelang Pemilu, Masyarakat Disarankan Bentuk Gerakan Bersama Lawan Hoaks

Diprediksi Makin Masif Jelang Pemilu, Masyarakat Disarankan Bentuk Gerakan Bersama Lawan Hoaks
Ilustrasi foto/istimewa

MONITORDAY.COM – Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, perlu adanya gerakan melawan Hoaks, menjelang Pemilu 17 April mendatang. Hal ini dikatakan karena diprediksi, semakin dekat bergulirnya Pemilu penyebaran hoaks akan semakin masif.

“Bisa jadi semakin masif menjelang pencoblosan. Oleh sebab itu harus ada gerakan bersama untuk melawannya,” kata Ujang, dalam keterangan tertulis, Rabu (6/2).

Ujang menjelaskan bahwa gerakan bersama yang dimaksud dalam konteks ini adalah gerakan kaum intelektual dalam membangun kesadaran moral, agar tidak memproduksi dan menebar hoaks.

”Pemilu itu harus diwarnai kecerdasan dan kedamaian seperti yang sudah di sepakati kedua pasangan calon. Jangan membodohi rakyat untuk demi meraih kekuasaan,” ungkapnya.

Ujang menambahkan, bahwa hoaks tidak muncul dengan sendirinya. Isu ini sengaja digelontorkan ke publik bahkan celakanya menjadi bagian dari strategi menjatuhkan lawan. Menurut dia, pengaruh hoaks terhadap masyarakat sangat berdampak luar biasa. 

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini mencontohkan hoaks Jokowi antek PKI. Hampir sembilan juta masyarakat percaya itu. Artinya hoaks itu sangat berdampak.

“Isu ini sengaja digoreng sedemikian rupa untuk menjatuhkan citra calon presiden. Salah satunya Jokowi dan PKI. Dan bahayanya, banyak masyarakat Indonesia yang dengan mudah jatuh ke dalam jebakan isu dan hoaks,” tuturnya. 

Untuk diketahui,  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengidentifikasi sebanyak 175 konten hoaks telah menyebar di internet dan media sosial selama Januari 2019.

Dari jumlah tersebut, jumlah isu hoaks terkait pemilu dengan sasaran calon presiden dan calon wakil presiden baik Joko Widodo (Jokowi)- Ma’ruf Amin maupun kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebanyak 81 konten.

Diantara yang berdampak dan men dapatkan perhatian publik adalah hoaks temuan tujuh kontainer surat suara sudah tercoblos, isu PKI, ijazah palsu, sampai berkaitan dengan simbol jari.