Dirjen Otda Kemendagri Sebut Jakarta Gagal Jadi Ibu Kota

Dirjen Otda Kemendagri Sebut Jakarta Gagal Jadi Ibu Kota

MONITORDAY.COM - Plt Direktur Jendral Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri, Akmal Malik mengatakan pemindahan ibu kota itu sangat penting.

Hal itu disampaikan Akmal pada acara diskusi bertajuk "Pemindahan Ibu Kota: Ide Bung Karno dan Implementasi di Era Jokowi", di Bumbu Desa Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (14/5).

Menurut Akmal, Jakarta sudah tidak layak lagi menjadi sebuah ibu kota negara yang besar seperti Indonesia.

"Hasil evaluasi kami tahun 2012, DKI Jakarta gagal jadi ibu kota. Karena 70 sekian triliun dana APBD DKI itu cenderung digunakan untuk membiayai DKI sebagai ibu kota dan hanya nol persen alokasi dana APBN untuk biayai ibu kota atau tidak ada," ungkap Akmal.

Lebih lanjut, Akmal juga menjelaskan, Jakarta juga masih ada peluang untuk menjadi daerah khusus karena pertumbuhan ekonomi bisnis tetap di Jakarta.

“Sebaiknya, yang jadi ibu kota nanti wilayah administratif saja. Biar tak ada kericuhan. Sebab wilayah administratif tidak ada DPRD,” terang Akmal.

Dalam kesempatan yang sama Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo menambahkan, zaman Bung Karno sudah dilakukan perencanaan pemindahan ibu kota dan sudah ada simbolisasi tiang dan ketika itu ada dubes Rusia, dubes AS yang hadir saat peresmian peletakan batu pertama.

“Jadi sudah ada perencanaan yang matang. Tapi karena peristiwa 1965 dan masalah pembiayaan, akhirnya tak terlaksana. Nah, dalam perencanaan itu, Palangkaraya selain pusat ibu kota juga pangkalan pertahanan berbasis angkatan udara,” jelasnya.