Donald Trump Ancam Tutup Perbatasan AS-Meksiko

Donald Trump Ancam Tutup Perbatasan AS-Meksiko
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/net

MONITORDAY.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menutup perbatasan selatan di tengah penutupan sebagian pemerintah. Trump melanjutkan desakannya untuk pendanaan tembok perbatasan AS-Meksiko yang telah lama dijanjikan.

"Kami akan dipaksa untuk menutup perbatasan selatan sepenuhnya jika Demokrat yang menjadi penghalang tidak memberi kami uang untuk menyelesaikan Tembok & juga mengubah undang-undang imigrasi konyol yang membebani Negara kita," ujar Trump.

"Kami membangun tembok atau menutup perbatasan selatan," tegas Trump, menuduh Meksiko, Honduras, Guatemala dan El Salvador mengambil keuntungan dari negaranya selama bertahun-tahun seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (29/12/2018).

Sebelumnya pada Kamis sore, Senat AS bertemu secara singkat sebelum akhirnya menunda melanjutkan pertemuan sampai minggu depan. Pertemuan itu tidak menunjukkan tanda-tanda kesepakatan untuk mengakhiri kebuntuan anggaran yang telah berujung penutupan pada seperempat dari pemerintah federal.

Senat akan bersidang pada awal pekan depan hanya untuk sesi pro forma, dan kemudian kembali ke Capitol Hill untuk memperbarui pembahasan anggaran pada hari Rabu, 2 Januari, sehari sebelum Demokrat ditetapkan untuk mengambil kendali DPR.

"Kami akan memilih dengan cepat untuk membuka kembali pemerintahan dan menunjukkan bahwa Demokrat akan memerintah secara bertanggung jawab berbeda dengan Gedung Putih yang kacau ini," kata politisi Demokrat Nancy Pelosi, Ketua DPR yang akan datang, dalam sebuah pernyataan.

Dalam tweet sebelumnya, Trump menuduh Demokrat menentang dinding perbatasannya hanya untuk kepentingan politik. 

"Ini hanya tentang Demokrat yang tidak membiarkan Donald Trump & Partai Republik menang," katanya.

Penutupan pemerintah, yang saat ini memasuki hari ketujuh, telah mempengaruhi sembilan agen federal, memaksa sekitar 420 ribu karyawan federal, yang dianggap penting, untuk bekerja tanpa bayaran, sementara 380 ribu lainnya diperkirakan akan mengambil cuti yang tidak dibayar.

Trump sendiri telah membatalkan rencana Tahun Barunya untuk tinggal di Washington sampai kesepakatan tentang pendanaan tembok perbatasan tercapai, kata Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih Mick Mulvaney.