Dorong Industri Manufaktur Berdaya Saing Global, Kemenperin Siapkan SDM Industri yang Kompeten

Dorong Industri Manufaktur Berdaya Saing Global, Kemenperin Siapkan SDM Industri yang Kompeten
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto

MONITORDAY.COM – Sebagai implementasi pelaksanaan Making Indonesia 4.0, Kementerian Perindustrian terus berperan aktif menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan dunia industri.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, bahwa serapan tenaga kerja di sektor industri terus meningkat yakni dari 15,54 juta orang pada tahun 2015 menjadi 18 juta orang ditahun 2018 atau naik 17,4 persen. 

“Artinya, sektor industri menyerap tenaga kerja rata-rata 672 ribu orang per tahun” kata Menteri Airlangga di Jakarta, Senin (22/4).

Airlangga menambahkan, peningkatan pada penyerapan tenaga kerja tersebut, bagian efek berantai dari pelaksanaan kebijakan hilirisasi industri.

“Jadi, terjadi pertumbuhan sektor industri, yang sejalan pula dengan adanya penambahan investasi atau ekspansi di Indonesia,” tuturnya.

Kata Dia, pihaknya fokus mendorong pendalaman struktur industri di dalam negeri melalui peningkatan investasi. Tujuannya, selain mengintegrasikan sektor hulu sampai hilir, juga untuk mensubstitusi produk impor dan memenuhi pasar ekspor.

Selanjutnya, Kemenperin mencatat, investasi di sektor industri manufaktur pada tahun 2014 sebesar Rp195,74 triliun, naik menjadi Rp226,18 triliun di tahun 2018. “Ini mencerminkan bahwa iklim investasi di Indonesia masih tetapkondusif,” tuturnya.

Dari penanaman modal tersebut, membawa dampak positif bagi pertumbuhan sektor industri baik skala besar dan sedang maupun skala kecil. Pada periode tahun 2014-2017, terjadi penambahan populasi industri besar dan sedang, dari tahun 2014 sebanyak 25.094 unit usaha menjadi 30.992 unit usaha sehingga tumbuh 5.898 unit usaha.

Dengan semikian, menurutnya, ketersediaan SDM yang terampil sangat diperlukan guna meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor industri. Apalagi, Indonesia punya potensi tersebut seiring dengan adanya bonus demografi yang sedang dinikmati hingga tahun 2030.

“Oleh karena itu, Bapak Presiden Joko Widodo mengamanatkan agar tahun ini lebih fokus dan gencar menjalankan berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi, setelah fokus pada pembangunan infrastruktur,” pungkasnya.