Gunakan Bilik dan Kotak Suara dari Karton, KPU Hemat Anggaran Hingga 600 Miliar 

Gunakan Bilik dan Kotak Suara dari Karton, KPU Hemat Anggaran Hingga 600 Miliar 
Ketua KPU Arief Budiman (kanan) bersama dua komisioner Ilham Saputra (kiri) dan Pramono Ubaid Thantowi menunjukkan bentuk kotak suara transparan dari kertas karton dan boks plastik untuk Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019. ANTARA FOTO

MONITORDAY - Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggunakan bilik dan kotak suara bermaterial Karton nyatanya diklaim telah menghemat anggaran negara sampai 600 milliar lebih. Pada pemilu-pemilu sebelumnya KPU justru menggunakan bilik dan kotak suara bermaterial Alumunium. 

Komisioner KPU, Ilham saputra menjelaskan bahwa pagu anggaran KPU untuk bilik dan kotak suara sebenarnya mencapai Rp.948.111.800.000, sementara perkiraan KPU mencapai Rp.562.508.447.300 dan ternyata nilai kontrak pengadaan bilik dan kotak suara berbahan Karton itu hanya mencapai Rp.284.185.351.009. dengan begitu, penghematan bilik dan kotak Suara sebesar Rp.663.926.448.9 atau sekitar 70,03% dari pagu anggaran awal.

"Sehingga banyak uang negara yang bisa disimpan dalam penyelegaraan Pemilu terutama untuk penyediaan kotak suara," Jelas Komisioner KPU Ilham Saputra (01/10/2018)

Menurutnya, Bilik dan kotam suara berbahan Karton menjadi salah satu alternatif untuk mengemat anggaran pengeluaran KPU terutama berdasarkan bahan perawatan serta efektivitas barang.  

"Saat pertemuan dengan DPR, kami sudah sodorkan tiga alternatif desain kotak dan bilik suara, namun yang disepakati adalah jenis karton," pungkasnya. 

Selain Karton, tiga jenis material kotak lainnya yaitu berbahan alumunium sama seperti pada Pemilu-pemilu sebelumnya dan Bilik berbahan Plastik Transparan. 

Dibanding bilik berbahan Aluminium, Bilik suara berbahan karton jauh lebih efisien dalam hal perawatan, Penempatan, dan tentu saja pepenghematan terbukti mencapai Rp.663 milliar lebih untuk kotak suara dan Rp.136 miliar lebih untuk bilik suara.

Ilham menambahkan, harga satuan kotak suara termasuk distribusi sebesar Rp.57.500-62.500, jauh lebih hemat dibandingkan jika menggunakan alumunium atau jenis plastik transparan yang bisa mencapai Rp.200.000 per unitnya.