Energi Baru Terbarukan : Tugas Serius Menteri ESDM Mendatang

Energi Baru Terbarukan : Tugas Serius Menteri ESDM Mendatang

MONITORDAY.COM - Disamping ketahanan pangan Indonesia juga membutuhkan ketahanan energi. Padamnya listrik di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat belum lama ini menyadarkan publik betapa kebutuhan listrik sebagai salah satu sumber energi sangat vital dalam kehidupan sehari-hari. Saat listrik padam, aliran PAM pun terganggu karena fasilitas pengadaan air minum juga membutuhkan pasokan energi listrik PLN.

Kebijakan energi menjadikan Menteri ESDM punya peran sentral. Ibarat tubuh, dialah yang menjaga agar denyut nadi bangsa ini tak mati. Energi menjadi hajat hidup orang banyak. Baik industri maupun rumah tangga. Di kala elektrifikasi belum cukup baik, maka industri pun tidak tumbuh sesuai harapan. Maka kehadiran Energi Baru Terbarukan menjadi niscaya.

Salah satu yang menjadi tantangan Menteri ESDM adalah pemanfaatan Enegri Baru Terbarukan (EBT). Dunia menyadari bahwa energi fosil akan segera habis. Penggunaan energi fosil juga memicu perubahan iklim dan dampak ekologis lainnya.    

Potensi EBT di Indonesia, karakteristik teknologi EBT, analisa simulasi penetrasi terhadap jaringan listrik, model perekonomian EBT disetiap daerah, tingkat kemiskinan energi, model simulasi penentuan karbon teks terhadap target emisi CO2 dan kondisi daya saing EBT.

Dari 35 provinsi yang ada, potensi energi angin memungkinkan untuk bisa kita kembangkan pada level tertinggi didaerah Maluku, NTT, Papua, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara. Untuk Potensi Energi Matahari bisa dikembangkan di Provinsi Kalbar, kalteng, Jatim, NTT, Sumsel, Sumut, Yogyakarta, serta Papua Barat.

Amerika Serikat saat ini sangat bergantung pada batu bara, minyak, dan gas alam untuk energinya. Bahan bakar fosil tidak dapat diperbarui, yaitu, mereka menggunakan sumber daya yang terbatas yang pada akhirnya akan berkurang, menjadi terlalu mahal atau terlalu merusak lingkungan untuk diambil. Sebaliknya, banyak jenis sumber daya energi terbarukan - seperti angin dan energi matahari - terus diisi ulang dan tidak akan pernah habis.

Sebagian besar energi terbarukan datang langsung atau tidak langsung dari matahari. Sinar matahari, atau energi matahari, dapat digunakan secara langsung untuk memanaskan dan menerangi rumah dan bangunan lain, untuk menghasilkan listrik, dan untuk pemanas air panas, pendinginan matahari, dan berbagai penggunaan komersial dan industri.

Panas matahari juga menggerakkan angin, yang energinya, ditangkap dengan turbin angin. Kemudian, angin dan panas matahari menyebabkan air menguap. Ketika uap air ini berubah menjadi hujan atau salju dan mengalir menuruni bukit ke sungai atau aliran air, energinya dapat ditangkap menggunakan tenaga listrik tenaga air.

Seiring dengan hujan dan salju, sinar matahari menyebabkan tanaman tumbuh. Bahan organik yang membentuk tanaman tersebut dikenal sebagai biomassa. Biomassa dapat digunakan untuk menghasilkan listrik, bahan bakar transportasi, atau bahan kimia. Penggunaan biomassa untuk semua tujuan ini disebut bioenergi.

Hidrogen juga dapat ditemukan di banyak senyawa organik, serta air. Ini adalah elemen paling melimpah di Bumi. Tapi itu tidak terjadi secara alami sebagai gas. Itu selalu dikombinasikan dengan unsur-unsur lain, seperti dengan oksigen untuk membuat air. Setelah dipisahkan dari unsur lain, hidrogen dapat dibakar sebagai bahan bakar atau diubah menjadi listrik.

Tidak semua sumber energi terbarukan berasal dari matahari. Energi panas bumi mengetuk panas internal Bumi untuk berbagai kegunaan, termasuk produksi tenaga listrik, dan pemanasan dan pendinginan bangunan. Dan energi pasang surut laut berasal dari tarikan gravitasi bulan dan matahari ke bumi.

Padahal, energi laut berasal dari sejumlah sumber. Selain energi pasang surut, ada energi gelombang laut, yang didorong oleh pasang surut dan angin. Matahari juga menghangatkan permukaan laut lebih dari kedalaman lautan, menciptakan perbedaan suhu yang dapat digunakan sebagai sumber energi. Semua bentuk energi laut ini dapat digunakan untuk menghasilkan listrik.

Kita berharap Menteri ESDM kelak adalah pembantu Presiden yang memiliki visi, komitmen, sekaligus kompetensi dalam membangun ketahanan energi bengsa. Bersamanya kita akan menjadi warga bangsa yang tangguh dan efisien.