Eskpor 48 Ton Ikan Ke Jepang, Gubernur Sulses : Alat Tangkap Masih Sangat Sederhana

Eskpor 48 Ton Ikan Ke Jepang, Gubernur Sulses : Alat Tangkap Masih Sangat Sederhana

MONITORDAY.COM - Demi memperkuat perekonomian masyarakat, pemerintah Sulawesi selatan lakukan ekspor 48 ton ikan terbang ke Jepang. 

“Langkah awal kita ekspor perdana ikan terbang sebanyak 48 ton,” kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah di PT. Usaha Central Jaya, Makassar, Minggu (20/01/2019)

Pengiriman ikan terbang itu melalui perwakilan PT Usaha Central Jaya yang terletak di Kawasan Industri Makassar (KIMA). Oleh sebab itu ia berharap ekspor ini bisa terus ditingkatkan lagi.

Adapun nilai ekspor dalam pengiriman jika dirupiahkan sebesar Rp 1,2 miliar dari total jumlah kontrak Rp 8,4 miliar dengan jumlah ikan 336 ton ikan terbang. “Kita berharap ekspor ini bisa mendongkrak pendapatan masyarakat pesisir,” tutur mantan Bupati Bantaeng dua periode ini. “Bagaimana nelayan menguasai cara penangkapan ikan terbaru,” kata dia.

Karena itu dengan datangnya tamu dari Jepang sekaligus ahli teknologi bisa mengembangkan budidaya perikanan. Sebab jika dibudidayakan maka bisa diatur ekspornya. Musababnya alat tangkap masih sederhana sehingga menjadi tantangan pemerintah. “Kan alat tangkap kita masih sangat sederhana,” tutur Nurdin.

Pemerintah juga berjanji akan melakukan riset soal ikan terbang, karena selama ini dianggap tidak memiliki nilai jual. Sehingga semuanya harus berkesinambungan agar ekspor lancar. Selama ini ikan terbang yang dikenal memiliki nilai jual adalah telurnya. Selain Jepang, Nurdin berencana mengekspor ke beberapa negara seperti Amerika, Korea, dan Cina.

Sementara, Direktur PT Usaha Central Jaya, Arifuddin mengaku Sulawesi Selatan memiliki potensi yang cukup besar untuk melakukan ekspor ikan terbang ke luar negeri. Karena Sulsel dikenal memiliki laut yang cukup panjang. “Potensi ikan terbang cukup besar di Sulsel. Untuk perdana diekspor ke Jepang dulu,” kata dia