Gelar Festival Janadriyah Ke 33, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Indonedia Sebagai Tamu Kehormatan

Gelar Festival Janadriyah Ke 33, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Indonedia Sebagai Tamu Kehormatan

MONITORDAY.COM - Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud pada Oktober lalu mengeluarkan dekrit yang menetapkan Indonesia sebagai tamu kehormatan Festival Janadriyah ke-33 yang akan berlangsung pada 1-25 Januari 2019. Ini merupakan festival terheboh dan termewah di kawasan Timur Tengah.

"Tentu kita patut berterima kasih kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Muhamad bin Salman atas penunjukkan tersebut," kata Duta Besar RI untuk Arab Saudi dan OKI Agus Maftuh Abegebriel, Selasa (08/11)

Agus menjelaskan, penunjukan Indonesia sebagai tamu kehormatan itu menunjukkan makin mesranya hubungan dengan Arab Saudi yang telah terjalin selama 68 tahun. Menjadi tamu kehormatan hanya dimungkinkan bila suatu negara punya hubungan yang amat dekat.

"Indonesia negara pertama di Asia Tenggara yang dipilih Raja Salman untuk menjadi tamu kehormatan," ujar diplomat. Pada 2018, yang menjadi tamu kehormatan adalah India. Tahun sebelumnya Mesir, serta Jerman (2016), dan UEA pada 2015.

Selain itu, Agus juga menilai wajar bila ada negara yang cemburu kepada Indonesia atas penunjukan Raja tersebut. Sebab untuk menjadi peserta festival biasanya harus mendaftar dan antre selama bertahun-tahun. Dia menyebut ada yang pernah antre selama 7-10 tahun. "Sementara Indonesia, tak ada dalam list tapi kok ya langsung jadi honour country," jelas Agus.

Disamping itu, Agus mengungkapkan sebagai tamu kehormatan Indonesia akan dipimpin oleh Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani. Penetapan ini tak lepas dari kedekatan Raja Salman dengan Puan yang merupakan cucu Sukarno. "Saya pernah melihat Baginda Raja mempersilahkan Ibu Puan untuk terlebih dahulu masuk ke dalam lift. Itu wujud penghormatan beliau kepada sang cucu pendiri republik ini," tutur Agus.

Dalam gelaran festival itu nantinya Indonesia akan memamerkan berbagai kemajuan yang telah dicapai seperti pesawat produksi PT Dirgantara, persenjataan dari Pindad, serta memamerkan keragaman budaya, mempromosikan kemajemukan dan kerukunan Indonesia.

Agus juga mengungkapkan bahwa Arab Saudi di bawah Raja Salman dan Putra Mahkota Mohamad bin Salman sudah banyak membawa perubahan secara sosial, budaya dan politik. Putra Mahkota telah bertekad untuk membawa Saudi kembali ke Islam yang moderat, terbuka pada semua budaya dan agama, Islam yang menghargai dan berdampingan dengan budaya lain. "Indonesia akan mengisi konten itu melalui dialog antar peradaban. Di Festival Janadriyah, dua peradaban besar yaitu Indonesia dan Timur Tengah akan bertemu," tutupnya.