Hasil Pemilu Sela  AS dan Menguatnya Mata Uang Negara Berkembang

Hasil Pemilu Sela  AS dan Menguatnya Mata Uang Negara Berkembang
ilustrasi Rupiah vs USD

 

MONITORDAY.COM – Hasil Pemilu Sela AS pada 6 Novemver 2018 membuat Dolar AS melemah terhadap beberapa mata uang karena investor mencerna hasil pemilihan paruh waktu AS, di mana Demokrat mengambil alih DPR tetapi Republikan memegang Senat.

Saingan terbesar dolar, euro  mengalami kenaikan + 0,1050%, terakhir membeli $ 1,1450, naik dari $ 1,1427 Selasa petang.  Sama seperti indeks dolar keluar dari posisi terendahnya, euro mundur dari level tertingginya, yang telah menembus level $ 1,15. Demikian pula, pound sterling, -0,0076% lebih kuat, mengambil $ 1,3143 naik dari level $ 1,3099.

Mata uang negara-negara berkembang juga menikmati gelombang pelemahan dolar, dengan Rand Afrika Selatan, ZAR, + 0,3768% menjadi salah satu yang paling tinggi penguatannya. Kurs rupiah kembali menguat penguatan pada penutupan perdagangan Rabu (7/11/2017). Di pasar spot, rupiah menguat 1,45 persen ke level Rp 14.590 per dolar AS.

Adapun kurs tengah rupiah di Bank Indonesia menguat 0,85 persen ke level Rp 14.761 per dolar AS. Investor berharap kendali Demokrat atas DPR AS akan menekan kebijakan proteksionisme yang kuat mewarnai kebijakan AS di bawah kepemimpinan Trump.

Sementara itu mata investor juga memelototi langkah-langkah Bank Sentral AS. The Fed kemungkinan besar masih akan terus menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya tahun ini pada bulan Desember. Sementara itu  reaksi pasar menunjukkan bahwa investor mungkin mengharapkan tekanan inflasi di masa depan yang lebih rendah.

Rencana Presiden Donald Trump untuk memangkas pajak dan meningkatkan pengeluaran pemerintah mungkin sulit untuk dilewati sekarang. Hal yang selama ini menjadi pendorong tumbuhnya ekonomi AS secara signifikan sekaligus memangkas angka pengangguran sampai ke level terendahnya dalam beberapa dekade.

Kenaikan suku bunga Fed akan sedikit kurang agresif di dibanding  saat  Republik mengendalikan senat dan DPR. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya membuat mata uang lokal dan aset lainnya lebih menarik.