Indonesia Menuju Revolusi Industri 4.0

Indonesia Menuju Revolusi Industri 4.0
Forbes.com

MONITORDAY.COM – Indonesia mempunyai misi untuk menjadi satu dari sepuluh kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2030 dan salah satu yang menjadi syarat untuk mencapai hal tersebut adalah dengan cara memasuki revolusi industri 4.0. Pembangunan proyek Palapa Ring seperti yang telah disebutkan oleh Presiden Jokowi pada saat debat Capres pada tanggal 17 April 2019 kemarin, mengingatkan kita bahwasannya Indonesia sedang bersiap menyongsong misi tersebut.

Revolusi Industri 4.0 membutuhkan setidaknya 3 (tiga) aspek utama yaitu pemanfaatan konektivitas internet, kecerdasan buatan, dan robotika. Proyek Palapa Ring telah dilaksanakan untuk membangun konektivitas internet yang lebih cepat dan merata di seluruh kota di Indonesia sehingga nantinya proyek Palapa Ring ini akan mengintegrasikan jaringan yang sudah ada (existing network) dengan jaringan baru (new network).

Konektivitas internet ini akan mendukung pemanfaatan data skala besar atau big data dan komputerisasi awan atau cloud computing sehingga robot-robot yang bekerja di dalam pabrik-pabrik akan terintegrasi dengan koneksi internet sehingga mereka bisa dikontrol dari jarak jauh. Implementasi Revolusi Industri 4.0 mampu meningkatkan produktivitas kerja, penyerapan tenaga kerja, dan perluasan pasar yang harus selaras dengan perkembangan teknologi dan keterampilan baru.

Selain dari pembangunan Infrastruktur Revolusi Industri 4.0 juga harus didukung oleh peningkatan sumber daya manusia dalam bidang Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics (STEAM). Untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia tersebut Indonesia juga berencana untuk merombak kurikulum pendidikan dengan lebih menekankan pembelajaran pada bidang-bidang tesebut dan juga meningkatkan kualitas unit pendidikan vokasi seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Politeknik.

Proyek Palapa Ring akan sangat membantu dan mempengaruhi penyelarasan dalam dunia pendidikan di Indonesia yang masih belum memiliki kurikulum merata disetiap daerah khususnya daerah-daerah terpencil yang teknologi saja masih jarang ditemukan dan ini akan menjadi salah satu hal yang mendukung peningkatan sumber daya manusia karena dalam roadmap making Indonesia 4.0 peningkatan sumber daya manusia menjadi salah satu program prioritasnya.

Dalam laman Kemenperin menyebutkan bahwasannya Kemenperin juga mendorong Industri nasional menuju Revolusi Industry 4.0, dengan berbagai upaya seperti Pemberian insentif kepada pelaku usaha padat karya berupa infrastruktur industri, Kolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam optimalisasi bandwidth, Penyediaan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS) yang memudahkan integrasi data untuk membangun industri elektronik , Penyiapan SDM industri melalui pendidikan vokasi yang mengarah pada high skill (engineer), Meningkatkan keterampilan SDM industri yang dominan low/middle ke level high skill.

Indonesia harus secepatnya menuju Industry 4.0 dan mewujudkan misi untuk menjadi satu dari sepuluh kekuatan ekonomi dunia dan mengikuti beberapa negara yang memiliki program penunjang menuju Industry 4.0 seperti Jerman, Inggris, Tiongkok, Jepang, India bahkan negara ASEAN seperti Thailand, dan Vietnam.