Inilah Beberapa Maskapai Dunia yang Mengalami Peristiwa Serupa Lion JT 610

Inilah Beberapa Maskapai Dunia yang Mengalami Peristiwa Serupa Lion JT 610

MONITORDAY.COM - Lion Air JT 610 dilaporkan hilang kontak setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 06.00 WIB, Senin 29 Oktober 2018.

Badan pesawat dilaporkan menghantam permukaan perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Kapal yang membawa 189 penumpang dengan rute Jakarta-Pangkalpinang tersebut meledak. Bongkahan-bongkahan kecil pesawat pun berceceran di atas dan di dalam permukaan laut, termasuk black box Lion Air.

Insiden jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Tanjung Karawang tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban serta masyarakat Indonesia.

Selain Lion Air, peristiwa jatuhnya pesawat di atas perairan juga pernah dialami sejumlah maskapai di dunia. Berikut beberapa kasus di antaranya, sumber CNN, Minggu (4/11/2018):

AirAsia QZ8501 Jatuh di Perairan Selat Karimata

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis hasil investigasi kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. Pesawat yang membawa 162 orang itu mengalami celaka di perairan Selat Karimata pada Minggu, 28 Desember 2014 pagi.

Dari hasil investigasi diketahui bahwa faktor terbang yang sempat dipermasalahkan dan cuaca selama penerbangan dari Surabaya ke Singapura tidak terkait dengan kecelakaan ini.

"Hal-hal seperti perizinan rute penerbangan dianggap tidak terkait pada kecelakaan ini. KNKT juga tidak menemukan tanda-tanda atau pengaruh cuaca yang menyebabkan kecelakaan ini," ucap investigator KNKT Nurcahyo Utomo dalam jumpa pers di kantor KNKT, Jakarta, Selasa 30 Desember 2014.

Pria yang akrab disapa Cahyo itu menjelaskan pesawat yang terbang dari Bandara Juanda, Jawa Timur, pukul 05.35 WIB itu sudah beberapa kali mengalami gangguan setelah terbang sekitar 30 menit.

Dia mengatakan sejak pukul 06.01 WIB, Flight Data Recorder (FDR) mencatat adanya aktivasi peringatan 4 kali. Hal itu disebabkan terjadinya gangguan pada sistem Rudder Travel Limiter (RTL).

Malaysia Airlines MH370 Hilang Kontak di Samudera Hindia

Malaysia Airlines hilang dalam penerbangannya dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, China. Boeing 777-200 itu dan 239 orang penumpang hilang tanpa jejak.

Berdasarkan data satelit, MH370 berakhir di sebelah selatan Samudera Hindia. Namun hingga kini, belum ada bukti yang ditemukan untuk mendukung kesimpulan tersebut.

Hilangnya MH370 menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah penerbangan. Salah satu keanehan dalam kasus tersebut adalah, mengapa pilot - atau siapapun yang ada di dalam kabin - membelokkan pesawat keluar dari jalur yang semestinya. Kapal terbang itu menghilang dari radar tanpa sinyal bahaya, atau petunjuk adanya gangguan cuaca.

Otoritas Malaysia merilis laporan akhir mengenai penyelidikan terhadap pesawat Boeing 777 Malaysia Airlines yang hilang dalam perjalanan menuju Beijing dari Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, pada 8 Maret 2014.

Yemenia Air IY626 Celaka di Samudera Hindia

Pada 30 Juni 2009, Yemenia Air IY626 celaka di Samudera Hindia, dekat Kepulauan Comoro. Pesawat itu berusaha mendarat di Kepulauan Komoro di tengah cuaca buruk. Dua kali pendaratan darurat dilakukan, namun, upaya itu gagal. Kapal terbang tersebut akhirnya menghujam lautan.

Nyaris seluruh penumpang dan awak pesawat tewas. Kecuali seorang gadis, Bahia Bakhari yang berusia 14 tahun. Bahia ditemukan dalam kondisi bernyawa setelah kecelakaan, di tengah lautan yang bergejolak, dikelilingi tumpahan minyak, puing-puing pesawat, barang-barang penumpang, dan jasad-jasad yang mengambang.