Jadi Penentu Nasib Umat Dan Bangsa, Ustadz bachtiar Nasir Himbau Umat Muslim Tidak Golput Dalam Pemilu 2019

Jadi Penentu Nasib Umat Dan Bangsa, Ustadz bachtiar Nasir Himbau Umat Muslim Tidak Golput Dalam Pemilu 2019

MONITORDAY.COM – Ummat Islam menjadi masyarakat Mayoritas di Indonesia, perannya tentu sangat penting terhadap perubahan politik bangsa ini dimasa mendatang. hal itu disampaikan oleh sekertaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Bachtiar Nasir (UBN).  Di Jakarta (30/01/2019)

Beliau mengajak umat islam indonesia agar dapat menggunakan hal pilih dalam gelaran pemilu 2019 mendatang. bahkan beliau menghimbau kepada masyarakat muslim untuk tidak golput dalam pesta akbar 5 tahunan itu.

.“Agar seluruh umat Islam tidak golput dan menggunakan hak pilihnya dengan memilih calon yang berpihak pada kepentingan Islam dan umat Islam yang otomatis berpihak pada kepentingan bangsa,” kata Ustadz bachtiar Nasir.

Dia mengatakan umat Islam merupakan pemilih terbesar yang akan menentukan nasib umat dan bangsa dalam pemilihan presiden, pemilihan anggota legislatif, dan pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah.

“Jangan mau lagi menjadi sekedar pemanis saat pemilu raya atau hanya menjadi pendorong mobil mogok setelah pemilu raya,” kata dia.

Selain itu, UBN juga mengatakan bahwa perbedaan pilihan di antara umat Islam adalah hal yang wajar, dan menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan persatuan antara sesama Muslim dan bangsa Indonesia di tengah perbedaan pilihan.

UBN juga meminta muslim Indonesia tidak menyerang sesama muslim hanya karena berbeda pilihan politik.

“Jangan pula menyerang ulama, lembaga keulamaan, ormas Islam dan lembaga Islam manapun,” kata dia.

“Dan senantiasalah menjunjung tinggi nilai Bhineka Tunggal Ika sebagaimana yang diajarkan Al Quran dan Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa salam,” katanya.

UBN mengatakan Islam adalah agama universal bagi seluruh manusia yang memandang politik sebagai sarana ibadah agung guna menata kelola kehidupan publik yang berkeadilan dan mensejahterakan masyarakat dan bangsa.

Islam dan politik, menurut dia, merupakan satu kesatuan yang integral serta tidak dapat dipisahkan.

“Tiga kerangka dasar Islam yaitu aqidah, syariah dan akhlak telah menjadi sendi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sejak awal berdirinya bahkan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Pancasila dan UUD 1945,” kata dia.

 

Oleh karena itu, ia mengatakan, MIUMI akan menolak dan melawan setiap upaya untuk menyingkirkan narasi dan nilai Islam dari pondasi NKRI dan UUD 1945 seperti Komunisme, Leninisme dan Marxisme sebagaimana tertuang dalam TAP MPRS No 25 Tahun 1966.