Jawab Kritikan Prabowo, PDIP: Pemerintahan Jokowi Bangun Ekonomi Mencerdaskan

Jawab Kritikan Prabowo, PDIP: Pemerintahan Jokowi Bangun Ekonomi Mencerdaskan
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto/net

MONITORDAY.COM - capres Nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam suatu ceramahnya menyebut bahwa pemerintah saat ini tengah melaksanakan sistem ekonomi kebodohan. Ia mengatakan Indonesia saat ini telah lebih parah dari Amerika Serikat yang menganut neoliberalisme.

Merespon hal itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut bahwa pernyataan itu dibuat dengan menutup mata dari hasil kinerja pemerintah. Menurutnya, Jokowi membangun infrastruktur secara masif di seluruh pelosok negeri tidak layak disebut pembodohan.

Bahkan sebaliknya kata Hasto, program pemerintah lainnya, seperti jaminan sistem kesehatan nasional, sertifikasi tanah rakyat, program kerakyatan melalui Kartu Indonesia Sehat dan Indonesia Pintar, justru menggambarkan suatu ekonomi yang mencerdaskan bangsa.

"Konsepsi ekonomi Pak Jokowi justru mencerdaskan bangsa. Hanya orang-orang yang tertutup mata hatinya yang melihat segala sesuatu dari perspektif negatif," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip Jumat (12/10).

Diketahui, alasan Prabowo menyebut ekonomi yang dijalankan saat ini merupakan pembodohan dengan alasan banyaknya sumber daya yang dikuasai oleh asing, dan tidak memihak kepada rakyat Indonesia.

Menurut Hasto, tuduhan tersebut tak berdasar. Menurutnya, pada pemerintahan Jokowi justru banyak perusahaan, terutama perusahaan energi yang mempunyai peran vital dalam perekonomian bangsa telah dikembalikan kepemilikannya ke pangkuan ibu pertiwi.

"Pengambilalihan Freeport, Blok Rokan dan Blok Mahakam serta juga berbagai prestasi lainnya menunjukan suatu ekonomi yang mencerdaskan bangsa," kata Hasto yang juga sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin ini.

Prabowo memang dalam setiap ceramahnya selalu membawa isu ekonomi yang dinilai sedang kacau dan memunculkannya ke permukaan. Selain alasan penguasaan asing hingga menyebut ekonomi pembodohan, Ia juga menyoroti kesenjangan yang terjadi di masyarakat, serta juga masalah hutang yang semakin membengkak.