Jokowi: Bebasnya Siti Aisyah Bentuk Kepedulian Pemerintah Terhadap Warganya

Jokowi: Bebasnya Siti Aisyah Bentuk Kepedulian Pemerintah Terhadap Warganya
Presiden Jokowi saat menemui Siti Aisyah, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/3)/foto: istimewa.

MONITORDAY.COM - Siti Aisyah, tenaga Kerja Indonesia di Malaysia yang didakwa terkait pembunuhan terhadap Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, kini telah dibebaskan dari dakwaannya. 

Jaksa Penuntut Umum pada Mahkamah Tinggi Selangor, Darul Ehsan, Malaysia, Muhammad Iskandar bin Ahmad, telah menarik dakwaan terhadap Aisyah, dari persidangan yang sudah berlangsung sejak 1 Maret 2017 lalu.

Setelah dibebaskan, Aisyah pulang ke Indonesia dan diberikan kesempatan menemui Presiden Jokowi di Istana, Merdeka Jakarta, Selasa (12/3). Dalam kesempatan ini Aisyah ditemani oleh kedua orangtuanya serta kakaknya. 

Jokowi dalam kesempatan itu menerima dan menemui Aisyah sekitar 15 menit. Setelah pertemuan, Jokowi mengucap syukur atas bebasnya Aisyah dari hukuman yang berat. Diketahui Ia sebelumnya divonis paling berat hukuman mati. 

"Sekarang sudah bisa berkumpul kembali dengan keluarganya, bapak, ibunya, dan kakaknya," kata Jokowi, seperti dikutip dari laman setkab.

Menurut Jokowi, bebasnya Siti Aisyah merupakan hasil dari proses pendampingan hukum dari pemerintah yang sangat panjang, yang lama, yang terus menerus. 

"Antara lain dengan menyewa pengacara, yang itu dilakukan sejak Siti ditangkap di Malaysia, kira-kira 2 tahun yang lalu. Ini adalah wujud kepedulian pemerintah terhadap warganya,” tegasnya.

Jokowi menambahkan, pemerintah secara resmi, diwakili oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah menyerahkan Siti Aisyah kepada keluarganya. “Saya ucapkan selamat berkumpul untuk Siti Aisyah dengan keluarga besarnya,” ucap Presiden.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini berpesan agar untuk sementara waktu, Siti Aisyah di rumah terlebih dahulu sampai nantinya agak tenang dan bisa merencanakan kehidupannya kembali.

Dalam kesempatan itu, Jokowi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Sekretaris Negara Pratikno.