Jokowi dan Kepercayaan Pemilih Muslim

Jokowi dan Kepercayaan Pemilih Muslim

MONITORDAY.COM -  Menjadi tantangan tersendiri bagi petahana untuk merebut simpati ummat Islam. Berbagai serangan yang menjauhkan citra Jokowi sebagai pemimpin yang mengakomodasi kepentingan Islam terus merebak.

Kedekatan Presiden Joko Widodo dengan tokoh dan kalangan muslim bukan hanya menjelang pemilu. Hampir sepanjang masa pemerintahan mantan Gubernur DKI Jakarta ini terdata cukup banyak dan intens hadir di berbagai kegiatan organisasi dan komunitas muslim.  

Silaturrahim Alim Ulama dalam Memperingati Hari Lahirnya (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU), digelar di GOR Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salafi Asri, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Sabtu (23/3) sore.

“Partisipasi pemilih harus setinggi-tingginya sehingga pesta demokrasi yang menghabiskan uang triliunan ini betul-betul ada manfaatnya bagi negara kita, dan kita memperoleh pemimpin yang kita inginkan baik di Pileg (Pemilihan Legislatif) maupun di Pilpres (Pemilihan Presiden),” kata Presiden Jokowi saat menghadiri acara tersebut.

Kedekatan Jokowi memperlihatkan kesadarannya pada pentingnya nilai spiritual dan dukungan gagasan dari kelompok muslim. Jokowi jelas memberikan pemihakannya pada Islam yang moderat dan Islam yang hadir dalam menyelesaikan masalah rakyat dan bangsa.

Sebuah penjelasan yang memperlihatkan keberfihakan politik Jokowi pada kelompok Islam, utamanya yang belum mengambil keputusan politik dalam pilpres sangat penting artinya. Dengan hadir dan banyak menyapa kalangan santri, Jokowi akan mendapatkan simpati, Namun lebih daripada itu visi keislaman Jokowi dalam bingkai keindonesiaan harus  mampu dirumuskan dan diartikulasikan dengan terang.

Pada kesempatan tersebut Jokowi telah menegaskan bahwa pihaknya akan bersikap lebih tegas dalam menjawab berbagai fitnah yang selama ini ditujukan kepada dirinya. Publik tentu menunggu jawaban yang cerdas dan tuntas. Juga dengan penyampaian yang lugas namun tetap sejuk.