Jokowi Perintahkan Kapolri Bertindak Tegas Atas Kasus Audrey

Jokowi Perintahkan Kapolri Bertindak Tegas Atas Kasus Audrey

MONITORDAY.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan telah memerintahkan Kapolri untuk bertindak tegas atas kasus Audrey, remaja sekolah menengah pertama yang mendapat tindak kekerasan oleh tiga siswi SMA di Pontianak. 

"Saya sudah perintahkan kepada Kapolri untuk tegas untuk menangani ini sesuai dengan prosedur hukum, tegas," ujar Jokowi, di Jakarta, Rabu (10/4).

Jokowi mengaku prihatin terhadap terjadinya kejadian tersebut. Ia pun menyoroti media sosial (medsos) yang mengubah pola interaksi sosial di masyarakat.

"Kita semuanya sedih, kita semuanya berduka atas peristiwa perundungan itu. Tapi yang jelas ini pasti ada sesuatu masalah yang berkaitan dengan pola interaksi sosial di antara masyarakat yang sudah berubah, lewat media sosial," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun meminta keluarga dan guru membimbing anak agar tidak terpengaruh efek buruk dari medsos. Menurutnya, saat ini ada masa transisi interaksi warga ke medsos yang harus diwaspadai.

"Hati-hati dengan ini, ini ada masa transisi yang semuanya kita harus hati-hati. Terutama awasi betul anak-anak kita, jangan sampai kejebak pada pola interaksi sosial yang sudah berubah tetapi kita belum siap," tegas Jokowi. 

Seperti diketahui, seorang siswi SMP bernama Audrey dikeroyok oleh 12 murid SMA menggemparkan warga di Pontianak.

Kasus pengeroyokan yang kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian setempat ini sempat viral di jagad maya hingga muncul tagar #JusticeForAudrey. Pada Selasa (9/4/2019), tagar tersebut menduduki posisi nomor 1 di dunia.

Pengeroyokan terhadap Audrey terjadi pada 29 Maret 2019 di dua tempat berbeda, yakni di Jalan Sulawesi, Kecamatan Pontianak Kota dan Taman Akcaya, Jalan Sutan Syahrir Pontianak, Kalimantan Barat.

Berdasarkan keterangan dari kepolisian setempat, hari itu, sepulang sekolah Audrey dijemput seorang temannya untuk pergi ke rumah saudara sepupunya. Tak lama setelah sampai di rumah saudaranya, korban bersama temannya itu pergi keluar dengan menggunakan sepeda motor.

Namun ternyata, di tengah perjalanan korban dibuntuti pelaku dengan menggunakan dua sepeda motor. Saat di Jalan Sulawesi, korban dicegat pelaku.

Salah seorang pelaku langsung menyiramkan air ke wajah korban. Rambutnya ditarik dari belakang hingga terjatuh ke aspal.

Setelah terbaring di jalan, pelaku lain menginjak perut korban dan membenturkan kepalanya ke aspal.

Korban bersama temannya itu kemudian melarikan diri menuju Taman Akcaya, yang jaraknya tak jauh dari TKP awal.

Para pelaku lantas mengejar korban lagi. Setelah dapat, korban dipiting, lalu salah satu pelaku menendang perutnya.

Kejadian tersebut menarik perhatian warga sekitar yang kemudian mencoba melerai. Setelah itu para pelaku melarikan diri.