Jokowi: Yakinlah Pemerintah Jaga Kehormatan Masyarakat Papua

Jokowi: Yakinlah Pemerintah Jaga Kehormatan Masyarakat Papua
Foto: Istimewa

MONITORDAY.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal adanya kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, sebagai protes adanya dugaan diskriminasi yang terjadi di Surabaya dan Malang. Jokowi menyadari adanya ketersinggungan dari masyarakat Papua atas perilaku tersebut, namun Ia mengimbau agar tidak menggunakan emosi dalam menyikapinya. 

"Saya tahu ada ketersinggungan. Oleh sebab itu, sebagai saudara sebangsa dan setanah air yang paling baik adalah saling memaafkan. Emosi itu boleh, tetapi memaafkan itu Iebih baik. Sabar itu juga Iebih baik," tutur Presiden dalam unggahan di akun instagram @jokowi, Senin (19/8).

Jokowi pun memastikan Bahwa negara selalu menjunjung tinggi kehormatan seluruh warga negara Indonesia tanpa terkecuali. "Yakinlah bahwa pemerintah akan terus menjaga kehormatan dan kesejahteraan saudara-saudaraku, Pace, Mace, mamak-mamak yang ada di Papua dan di Papua Barat," tuturnya. 

Seperti diketahui, polemik terjadi bermula dari beredarnya foto yang menunjukkan kerusakan tiang bendera merah putih di depan asrama Mahasiswa Papua di Surabaya. kemudian ada sekelompok massa dari ormas yang merasa tak terima pun langsung mendatangi asrama tersebut.

Tidak hanya sekelompok ormas, aparat pun keesokan harinya pada 17 Agustus memaksa masuk ke asrama sembari membawa senjata pelontar gas air mata. Lalu, sebanyak 43 mahasiswa di dalamnya pun sempat ditangkap meski saat ini telah dilepaskan oleh kepolisian.

Adanya perilaku tersebut, membuat marah warga Papua. Terjadi kerusuhan besar di Papua memprotes aksi tersebut. Bahkan kabar terbaru telah terjadi pembakaran gedung DPRD Papua Barat oleh mereka para massa aksi.