Kasman Singodimedjo: Pahlawan Nasional Baru

Kasman Singodimedjo: Pahlawan Nasional Baru
Presiden Joko Widodo bersama para ali waris 6 tokoh

Pada tanggal 8 November 2018, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh. Mereka adalah: Abdurrahman Baswedan (Yogyakarta), Ir. H. Pangeran Mohammad Noor (Kalimantan Selatan), Agung Hajjah Andi Depu (Sulawesi Barat), Depati Amir (Bangka Belitung), Syam’un (Banten), dan Kasman Singodimedjo (Purworejo, Jawa Tengah).

Penganugerahan ini merupakan bentuk penghormatan yang tinggi Presiden Joko Widodo terhadap tokoh-tokoh yang memberikan sumbangan sangat berharga kepada bangsa Indonesia dalam kapasitas dan kelebihan masing-masing.

Abdurrahman Baswedan, Syam’un, dan Kasman Singodimedjo, adalah tokoh-tokoh yang turut berjuang dalam meraih kemerdekaan Indonesia. Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Kasman Singodimedjo perlu mendapatkan perhatian khusus, karena mengingat peran pentingnya bagi kemerdekaan Indonesia, Kasman baru diajukan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2012, dan butuh waktu enam tahun untuk pengajuan tersebut dikabulkan.

Kasman adalah seorang tokoh yang aktif di berbagai organisasi. Ia aktif di Jong Java (Perkumpulan Pemuda Jawa), Jong Islamiten Bond (Organisasi Pemuda Islam), Masyumi dan Muhammadiyah.

Di samping itu, Kasman pernah menjadi Komandan Pembela Tanah Air (PETA). Salah satu peran penting Kasman Singodimedjo dalam kemerdekaan Indonesia, adalah ketika ia bertanggung jawab terhadap pengamanan pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Di samping itu, dalam situasi kebangsaan yang rentan dengan perpecahan seperti saat ini, sikap Kasman ketika menjabat sebagai anggota PPKI patut dihadirkan sebagai contoh. Setelah BPUPKI merumuskan Undang-Undang Dasar 1945, dan UUD 1945 ini hendak disahkan, muncul perdebatan seputar pencantuman tujuh kata “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” dalam Piagam Jakarta. Terjadi perdebatan antara kelompok Islam dan kelompok di luar Islam.

Kelompok di luar Islam berkeberatan dengan pencantuman tujuh kata itu. Ketika situasi yang memanas, Kasman melakukan lobi politik ke berbagai pihak. Melalui kemampuan lobinya, ia berhasil membujuk tokoh-tokoh Islam, termasuk Ki Bagus Hadikusumo, untuk menghapus tujuh kata tersebut dan menggantinya dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa.”

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh Muhammadiyah, Kasman Singodimedjo merupakan bentuk perhatian yang sangat besar Presiden Joko Widodo kepada Muhammadiyah. Ini sekaligus merupakan pengakuan Pemerintah Republik Indonesia terhadap peran dan kontribusi Muhammadiyah dalam memperjuangkan, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Bahwa Muhammadiyah telah memberikan sumbangan penting kepada negara dalam bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan politik. Tokoh besar dan Pahlawan Nasional Mr. Kasman Singodimedjo adalah salah satu kontribusi Muhammadiyah kepada bangsa Indonesia.