Wali Murid Laporkan Tindak Kekerasan oleh Oknum Guru di Yogyakarta

Wali Murid Laporkan Tindak Kekerasan oleh Oknum Guru di Yogyakarta
Ilustrasi Foto: Istimewa

MONITORDAY.COM - Pada hari Rabu (20/3) orang tua murid dari siswa SMP Negeri 10 yang berdomisili di Karanganyar, Brontokusuman,Yogyakarta menghadap Pimpinan Komisi D, DPRD Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto.

"Dalam laporannya Orang tua murid yang berinisial (AA) mengaku anaknya pulang sekolah dalam keadaan menangis. Setelah ditanya oleh orang tua, anak tersebut mengaku mendapat perlakukan kasar oleh oknum guru di SMP Negeri 10 Yogyakarta," tutur Antonius.

Hal demikian dinilai mencoreng citra seorang guru, yang seharusnya guru melakukan kasih sayang terhadap muridnya. "Hal itu sungguh sangat mencoreng citra seorang guru yang seharusnya memperlakukan anak didik secara layak dan penuh kasih sayang sesuai pesan Pendiri Pendidikan Nasional sebagai seorang pamong," tegas Antonius.

"Akibat dari tindakan oknum guru tersebut, anak didik mengalami trauma dan enggan untuk masuk sekolah," ucapnya.

Oleh sebab itu, Pimpinan Komisi D, DPRD Kota Yogyakarta itu langsung menindaklanjutinya dengan mengklarifikasikan dengan dinas pendidikan kota yogyakarta, supaya hal serupa tidak terjadi lagi dalam sistem pendidikan di Kota Yogyakarta.

"Hal ini langsung saya tindak lanjuti dengan dinas pendidikan, supaya hal serupa tidak terjadi lagi. Hal ini akan berdampak buruk karena mencoreng citra Kota Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan, dikarenakan Kota Yogyakarta merupakan cikal bakal pendidikan di Indonesia," jelasnya.

Kemudian Fokki menyatakan bahwa, "pendidikan berbasis pengembangan karakter dapat dikembangkan dan di implementasikan dengan pedoman yang telah ditetapkan sesuai peraturan yang berlaku," paparnya.

"Selain itu, basis pendidikan tersebut mengedepankan semangat pendidikan Ki Hadjar Dewantara, Ing Ngarsa Sung Tulodha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani," tandas anggota DPRD dari Farksi PDIP itu.