Kemerdekaan dan Peran Pemuda di Era Disrupsi

Kemerdekaan dan Peran Pemuda di Era Disrupsi
Ilustrasi foto/istimewa

REPUBLIK Indonesia tengah merayakan HUT Kemerdekaan yang ke 74. Setiap tahun perayaannya selalu diucapkan mantra dan harapan yang sama, yaitu terwujudnya cita-cita para pendiri bangsa. Di momen ini, kita juga kerap kali diingatkan untuk kembali mengenang jasa dan perjuangan para pahlawan yang telah berkorban jiwa serta raganya demi Indonesia. Sementara masyarakat menerjemahkan kegembiraan hari kemerdekaan dengan perayaan melalui berbagai macam kegiatan.

Setiap tahunnya, euforia perayaan kemerdekaan selalu terselip harapan terhadap anak muda sebagai tonggak mewujudkan cita-cita bangsa. Seperti dalam pidato kenegaraan Presiden Jokowi dalam peringatan tahun ini, yang menaruh harapan besar bagi talenta-talenta hebat anak muda Indonesia agar bisa bersaing di era keterbukaan ini. Pemuda juga diharapkan bisa menjadi motor penggerak kemajuan negara dengan ide-ide segar dan inovasi yang tercipta.

Pengharapan tersebut menjadi wajar, karena sejak zaman kemerdekaan hingga saat ini, sejarah telah mencatat peran anak muda begitu vital dalam beberapa peristiwa penting di negara ini. Bahkan soal disegerakannya kemerdekaan Indonesia pun berkat desakan golongan muda kepada Sukarno-Hatta supaya segera memproklamirkan kemerdekaan. Karena itu, sang proklamator dalam banyak kesempatan pidatonya kerap kali menyebut peran penting pemuda dalam kaitannya dengan perjuangan berbangsa.

Indonesia saat ini mulai memasuki masa bonus demografi, di mana proporsi penduduk usia produktif lebih besar dari usia non-produktif. Potensi tersebut seharusnya bisa dimaksimalkan agar memberikan dampak positif bagi negara. Berbagai macam bidang kompetensi harus bisa diisi oleh potensi dari anak-anak muda hebat Indonesia. Peluang yang besar ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik, meskipun tantangannya juga tidak sederhana, seperti masih banyaknya penangguran usia produktif yang diakibatkan oleh sulitnya mencari lapangan pekerjaan.

Namun dalam menghadapi perubahan di era disrupsi ini, di mana terjadi peralihan aktivitas dari dunia nyata ke dunia maya, seharusnya menjadi peluang untuk setiap anak muda agar melakukan inovasi. Di era ini, memang cukup banyak profesi yang hilang karena beberapa pekerjaan telah digantikan oleh kecerdasan buatan, namun di samping itu banyak juga profesi-profesi baru bermunculan. Seperti hadirnya pengusaha-pengusaha baru yang dengan mudah memasarkan produknya melalui toko online, banyaknya peluang menjadi bagian dari platform transportasi online, melimpahnya potensi menjadi youtuber, dan banyak profesi lainnya. 

Karena itu, pemuda dalam hal ini dituntut harus bisa memanfaatkan teknologi secara tepat guna serta dibarengi dengan kreativitas dan inovasi. Apalagi dalam memasuki industri 4,0 ini dibutuhkan tenaga yang terampil dan melek teknologi. Dengan begitu, mereka turut memainkan peran dalam berputarnya roda perekonomian di negara ini.

Di samping itu, di era ini juga anak muda dapat menjadi pelopor gerakan-gerkan sosial dengan memanfaatkan teknologi. Saat ini telah banyak terdapat gerakan filantropi yang digagas oleh anak-anak muda melalui berbagai platform. Gagasan tersebut cukup efektif dan tepat sasaran membantu sebagian masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Karena secara teknis platform tersebut memfasilitasi para dermawan untuk menyalurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan secara mudah.

Lebih dari itu, dengan memanfaatkan teknologi, pemuda juga bisa ikut berkontribusi dalam peran-peran pendidikan dan kebudayaan. Di mana dengan memanfaatkan jangkauan internet yang luas bisa mempromosikan kebudayaan bangsa melalui berbagai macam kreativitas dalam bentuk video, gambar, maupun tulisan. Sementara di ranah pendidikan, telah bermunculan platform yang menyediakan belajar secara mudah melalui internet. Bahkan sistem ini telah diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dengan memberikan materi pembelajaran sekolah melalui website. 

Peran-peran tersebut dapat dilakukan anak muda dalam rangka ikut berkontribusi membangun bangsa. Dan tidak dapat dipungkiri banyak peran-peran lain yang mungkin saat ini belum dapat dilakukan, namun kedepan bisa diterapkan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Jadi, kembali lagi dalam konteks peringatan hari kemerdekaan, sudahkah langkah pemuda saat ini sejalur dengan cita-cita para pendiri bangsa?