Kenali Konflik dan Plot dalam Sebuah Cerita

Kenali Konflik dan Plot dalam Sebuah Cerita
Buku. (c) Google

MONITORDAY.COM Cerita yang menarik adalah cerita yang berhasil mengeksekusi plot dan alurnya dengan baik. Ide cerita mungkin bisa mirip dengan cerita-cerita lain, namun, cara penyampaian dan penyelesaiannya berbeda.

Konflik dapat dikatakan sebagai permasalahan yang ada di sebuah cerita. Konflik-lah yang menjadi inti dari cerita tersebut. Nah, setelah konflik, ada yang dinamakan klimaks, yaitu puncak dari permasalahan dalam cerita, juga antiklimaks, yaitu penyelesaian konflik tersebut. Ada dua tipe konflik; konflik fisik dan konflik batin.

Konflik fisik adalah konflik yang melibatkan fisik dari tokoh cerita. Contohnya adalah ketika dua orang anak berebut mainan baru. Sementara, konflik batin adalah konflik yang melibatkan perasaan dari para tokoh. Entah itu perasaan iba, sedih, senang, rindu, dan sebagainya.

Tidak perlu khawatir jika konflik dalam ceritamu mirip dengan yang sudah pernah ada. Dalam pengeksekusian konflik fisik maupun batin, kamu dapat bermain dengan alur dari plot ceritamu sendiri. Ada tiga tipe alur yang bisa disusun; alur maju, mundur, dan campuran.

Alur maju adalah alur yang paling sering ditemui dalam berbagai cerita. Alur ini menceritakan peristiwa dalam cerita dari awal hingga akhir secara berurutan. Berbeda dengan alur maju, alur mundur justru menceritakan konflik dari akhir, baru ke awal. Biasanya, alur mundur ini memakai istilah flashback atau kilas balik. Bosan bermain dengan alur maju atau alur mundur? Kamu bisa mencoba alur campuran dengan menggabungkan kedua unsur alur sebelumnya. Urutan cerita bisa seperti ini: maju-mundur-maju.

Kamu bisa bereksperimen dalam membangun duniamu untuk dituangkan ke dalam cerita. Semakin banyak hal baru yang kamu coba, semakin unik pula ceritamu. Namun, tetaplah fokus dalam menyampaikan apa yang ingin kamu sampaikan dalam ceritamu.